Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Cegah Serangan Hama, Petani Kesamben Pasang Jebakan Listrik

13 Maret 2019, 11: 35: 15 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Petani menunjukkan model jebakan listik yang dipasang di sawah untuk mencegah hama.

Petani menunjukkan model jebakan listik yang dipasang di sawah untuk mencegah hama. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Beragam cara dilakukan petani di Dusun Karandegan, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben untuk melindungi tanamannya dari serangan tikus. Selain memberi racun tikus, mereka juga memasang setrum listrik.

Selain menjadi salah satu wilayah terdampak banjir, di Desa Kedungmlati, petani menghadapi serangan hama tikus. Tak sedikit petani terpaksa memasang aliran listrik untuk melindungi padinya.

Seperti dilakukan Sueb dan Akad. Sembari membersihkan rumput liar yang tumbuh di antara padi, mereka juga mengecek aliran setrum yang dipasang mengelilingi sawah.

“Soalnya masih banyak tikusnya,” kata Akad salah seorang petani setempat. Ya, usai terdampak banjir menurut Akad, tikus tengah menjadi musuh petani. Tanam kedua yang saat ini berusia 15 hari itu sebagian menjadi sasaran hama yang mempunyai nama latin rattus argentiventer itu.

Menurut Akad, sebelumnya dia sudah berupaya dengan memberikan racun tikus di sawahnya. Sayang, upaya itu dirasa masih belum optimal. “Makanya ini dipasang setrum, biar tikus-tikusnya ketika mau ke tengah mati. Soalnya kalau pakai racun itu istilahnya sudah tidak mempan,” imbuh dia.

Kabel dipasang melingkar di area sawah miliknya. Tak cukup satu kabel, ada dua kabel yang dipasang. Masing-masing ada di bagian atas dan bawah. Untuk nyalanya kabel itu menurut dia, hanya ketika malam hari saja. “Kalau ini masih mati, nanti sore dinyalakan. Saklarnya ada di dekat terowongan tol sana,” tutur dia sembari menunjuk saklar listrik itu.

Namun, saat musim hujan seperti sekarang ini kata dia setrum sering korslet. “Ini yang bahaya, soalnya kena air. Makanya setiap hari dicek terus,” papar dia. Biasanya kabel itu akan diambil ketika usia padi sudah lebih dari 20 hari. “Pokoknya setelah mekatak dilepasi semua,” tutur dia.

Sementara Koordinator PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Kecamatan Kesamben, Syamsul Arifin, mengakui hama tikus masih menyerang. Namun, untuk kali ini dirasa sudah mulai berkurang.

“Memang benar, sampai sekarang masih ada. Akan tetapi sekarang Alhamdulillah mulai berkurang,” kata Syamsul dikonfirmasi.

Hama itu lanjut Syamsul menyerang batang padi dengan sasaran memakan bakal buah. “Jadi sebagian yang sudah meteng batangnya itu dipotong, lalu dimakan bakal buahnya. Bagi tikus bakal buah itu kan mungkin gurih,” jelas dia.

Dia tak menampik selain memberikan racun tikus, petani juga masih memasang setrum listrik di area persawahan. “Kalau di Kedungmlati itu biasanya di dekat jalan tol,” sambung Syamsul.

Meski mulai menurun, menurutnya, untuk sekarang ini petani juga  waspada  serangan hama wereng. “Jadi biasanya ketika hama tikus itu turun, ganti wereng. Kemarin itu baru saja semprot masal di Desa Pojokrejo,” pungkas Syamsul. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia