Senin, 23 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Tokoh

Terciduk Berboncengan, Mbah Bisri Nikahkan Gus Sholah dan Nyai Farida

12 Maret 2019, 19: 20: 39 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Nyai Hj Farida, istri dari KH Salahuddin Wahid, pengasuh pesantren Tebuireng.

Nyai Hj Farida, istri dari KH Salahuddin Wahid, pengasuh pesantren Tebuireng. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Ada cerita menarik di balik pernikahan Gus Solah, pengasuh PP Tebuireng, dengan Nyai Hj Farida. Proses pertemuan kedua anak mantan Menteri Agama RI, dimana Salahuddin Wahid anak Abdul Wahid Hasyim, Menteri Agama RI dan Nyai Hj Farida yang juga anak Saifudin Zuhri, mantan Menteri Agama di tahun 1960-an, terjadi saat keduanya mahasiswa.

Bermula saat keduanya tengah menempuh perkuliahan di dua kampus berbeda, namun dalam satu organisasi. Farida muda, yang kala itu menempuh jurusan kriminologi UI bertemu dengan Solahudin muda, mahasiswa Arsitektur ITB.

“Sebenarnya semua tidak ada yang disengaja, saya bertemu itu ya ketika kami masing-masing di organisasi kemahasiswaan yang kebetulan sama PMII, kebetulan perbedaan kami memang tidak jauh, jadi memang seumur,” jelas Nyai Farida kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Perkenalan sejak 1964 tanpa sengaja membuat keduanya dekat. Nyai Farida yang juga putri Menteri Agama RI kala itu punya koneksi dekat dengan keluarga Gus Solah karena hubungan orang tua. “Terlebih, Gus Solah ini kan memang teman kakak saya, jadi setiap dia pulang dari Bandung memang bisa main ke rumah, karena di rumah juga pos anak-anak muda teman kakak,” lanjutnya.

Pertemuan yang semakin intens antara Solahudin dan Farida akhirnya menimbulkan pembicaraan di kalangan sekitarnya. Bahkan, menurut cerita Nyai farida, Gus Solah sempat dipanggil untuk menghadap ayahandanya karna dirasa hubungan keduanya dekat.

 “Gus Solah sempat marah, waktu itu karena ditanya ayah saya apakah kamu serius dengan anak saya, padahal posisinya kita waktu itu teman biasa saya. Tapi karena ditanya begitu Gus Solah menjawab saja serius, dari situ kami mulai lebih dekat,” kenangnya.

Hingga puncaknya, setelah sebuah rapat bersama antar mahasiswa, Gus Solah yang biasa pulang dengan bus dan Nyai Farida yang biasa membawa motor vespa bertemu. “Saat itu tidak ada apa-apa, saya hanya kepingin mengantar saja daripada dia naik bis, rumah kami kan satu jalan juga,” kenangnya.

Namun sesampainya di rumah Gus Solah, kiai Bisri Sansuri yang juga kakek Gus Solah mengetahui keduanya berboncengan. Dan dari sanalah akhirnya kiai Bisri memutuskan untuk melamar Farida. “Jadi memang karena kepergok kalau bahasa sekarang. Padahal suma boncengan saja, kami juga tidak pacaran waktu itu. Dari situ saya percaya betul kalau ini benar-benar Jodoh, dan jodoh itu memang Tuhan yang mengatur,” ucapnya.

Hingga akhirnya keduanya melangsungkan pernihakan di bulan Februari 1968. Dari pernikahannya tersebut dikaruniai tiga orang putra putri. “Anak saya semua memang tinggal di Jakarta,” timpal Gus Solah. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia