Rabu, 18 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Kasus Tower Ilegal di Sidowarek, Polres Segera Terbitkan Sprin Lidik

12 Maret 2019, 15: 56: 48 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Penertiban tower tak berizin di Dusun Genjongkidul, Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Jombang.

Penertiban tower tak berizin di Dusun Genjongkidul, Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Jombang. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Langkah polisi mengusut pendirian tower tak berizin di Dusun Genjongkidul, Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro kian serius. Setidaknya terlihat dari langkah kepolisian yang akan segera menerbitkan sprin lidik (surat perintah penyelidikan).

”Kebetulan sprin lidik belum saya tanda tangani. Saya masih ada kegiatan di luar, tapi tetap terkait pendirian tower kita tindaklanjuti, kita lakukan penyelidikan,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu (11/3) kemarin.

Ditanya kapan timnya akan bergerak, Pratas menyebut sudah melakukan kajian awal terkait informasi tersebut. ”Segera  setelah sprin keluar, tim akan turun,” tegasnya.

Sebelumnya, indikasi pelanggaran pidana dalam pembangunan tower seluler di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro semakin kuat, dengan disegelnya bangunan oleh Satpol PP Kabupaten Jombang. Kini, gantian Polres Jombang akan mendatangi lokasi, kaitannya dengan dugaan pelanggaran UU 32 tahun 2009 atas pendirian tower di Dusun Gunungkidul, Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro. .

”Kebetulan rencana kita koordinasi dengan dinas terkait,  sampai sekarang belum,” beber Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu (8/3) kemarin.

Bukan berarti belum melangkah, namun persoalan terkait pendirian tower oleh PT Centratama Menara Indonesia sudah masuk dalam agenda pembahasan di kepolisian. ”Ini juga masih kita kaji awal, selain itu juga terkait tim yang turun, apakah tim dari Tipikor (tindak pidana korupsi) atau dari Tipiter (tindak pidana tertentu),” bebernya.

Misalkan lanjut Pratas, tim Tipiter yang turun, artinya menyangkut perizinan, berbeda jika tim tipikor yang turun, yang ditindaklanjuti terkait dugaan tindak gratifikasinya. ”Ini kebetulan juga kita belum turun, cek ke lokasi,” imbuhnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia