Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Tak Pernah Promosi, Pelanggan Justru Datang Sendiri ke Pabrik Topik

11 Maret 2019, 11: 29: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Macam-macam jenis produk kulit merk Topik, mulai dari sepatu, dompet, tas dan sandal.

Macam-macam jenis produk kulit merk Topik, mulai dari sepatu, dompet, tas dan sandal. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Munir mengaku jika dirinya tidak pernah promosi, karena sudah cukup legendaris, pelanggan datang sendiri untuk memesan. “Katanya bagus dan awet, itu yang menilai mereka, saya hanya membuat yang terbaik saja,” kata Munir.

Selain kenyamanan saat dipakai dan kualitasnya terjaga, salah satu yang membuat Sepatu Topik begitu dikenal, yakni membuat sepatu khas. Karena sepatu-sepatu itu sulit ditemui di toko sepatu. Misalnya, sepatu mayoret drumband yang unik, juga sepatu polisi, selop pasangan manten. 

“Yang banyak memang pesanan, seperti pasukan pengibar bendera,  pasukan drum band lengkap dengan mayoretnya, polisi, TNI, kepala desa, hingga jasa rias pengantin yang banyak memesan,” urainya. Tidak hanya sepatu, Munir juga membuat jaket, tas, dompet, ikat pinggang dan  sandal. 

Proses produksi sepatu Topik yang menggunakan tenaga kerja manusia.

Proses produksi sepatu Topik yang menggunakan tenaga kerja manusia. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Untuk satu pasang sendal wanita dan laki-laki, harganya antara Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu. Untuk sepatu wanita ia biasanya menjual antara Rp 225 ribu, sampai Rp 400 ribu. Untuk sepatu laki-laki, ia biasanya menjual Rp 250 ribu sampai Rp 700 ribu per pasang.

“Kalau jaket karena bahan baku yang dibutuhkan banyak, saya biasanya menjual Rp 1 juta sampai Rp 2 juta,” imbuhnya. Meski saat ini populer pemasaran melalui online, Munir mengaku tak tertarik. Karena untuk melayani pelanggan saja, dia mengaku sudah kuwalahan.

“Di kartu nama, tidak ada nomor whatsapp, hanya nomor telepon biasa. Nggak melalui online seperti sekarang, tetapi datang langsung ke sini,” jelasnya.

Jika kehabisan bahan baku atau pesanan sedang menumpuk, Munir lebih memilih untuk menolak pesanan pelanggan. “Daripada mengecewakan pelanggan, lebih baik saya tolak,” pungkasnya.

Selain memiliki beberapa model yang ia buat sendiri. Munir juga menerima pesanan semua bentuk yang diinginkan. Bahan yang digunakan juga bisa dipilih, bisa dari kulit asli atau bisa dari kulit imitasi. “Kalau pemesan menggunakan gambar dan saya memprediksi ini hasilnya akan jelek jika dibikin dengan kulit asli, maka saya tolak,” pungkasnya. (*)

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia