Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Rusak Tanpa Penanganan, Warga Letakkan di Jalan Nasional

11 Maret 2019, 10: 45: 33 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jalan nasional tepatnya di Jl Raya Mojoagung rusak berlubang. Warga menandai dengan tong.

Kondisi jalan nasional tepatnya di Jl Raya Mojoagung rusak berlubang. Warga menandai dengan tong. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Kondisi jalan nasional yang melintasi Kabupaten Jombang semakin parah. Saking parahnya jeglongan di jalan raya, sejumlah warga memasang tong sebagai penanda. 

Kondisi ini terlihat di Jalan Raya Mojoagung (timur kantor balai benih). Tampak dua tong besar diletakkan warga agar pengendara tak melintas di jalan yang berlubang. 

Pantauan di lokasi, tampak jalan di titik tersebut sudah hancur. Kondisi aspal mengelupas dan bagian kerikil muncul ke permukaan. ”Ini dikasih tong agar tidak ada yang lewat mas,” celetuk Amrulloh, warga di lokasi.

Pemberian tong tersebut terlihat sejak beberapa hari yang lalu. ”Kalau tidak salah empat harian sudah ada,” terangnya. 

Dijelaskan, wajar saja jika warga memberi tanda dengan tong. Sebab, jalan tersebut kondisinya rusak parah. Bahkan, sering memakan korban. ”Sering terjadi kecelakaan di ruas sini. Kemarin ada yang jatuh kecelakaan tunggal karena terkena jalan lubang,” jelas dia. 

Warga asli Peterongan ini mempertanyakan sikap Pemerintah Pusat yang tak kunjung memperbaiki jalan rusak tersebut. ”Padahal ditambal saja kan bisa. Supaya tidak sering memakan korban. Kalau begini kan masyarakat nya yang rugi,” tandasnya. 

Amrulloh berharap, sejumlah jalan yang berlubang segera diperbaiki. Khususnya di ruas Mojoagung-Jombang. ”Tapi jalan rusak memang sudah ada dimana mana. Saya lewat Mojokerto juga demikian, di daerah Trowulan banyak yang rusak,” pungkasnya.  

Di titik lain, kerusakan Jalan Basuki Rahmat juga semakin  parah. Penanganan di ruas itu direncanakan sekaligus menunggu pekerjaan rekonstruksi di ruas jalan itu.

Lubang menganga terlihat mulai  depan Stasiun  Jombang hingga perempatan Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak. Saking parahnya, warga Desa Jabon sudah tiga mingguan memberikan tanda imbauan dan menjadi sukarelawan penjaga jalan rusak. 

Adi Suwito Pelaksana Teknis dari BPPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) Wilayah VIII Surabaya dikonfirmasi mengakui, untuk penanganan di ruas itu berjalan lambat. Penambalan belum dilakukan meski dia mengklaim sudah melakukan koordinasi dengan tim yang terjun ke lapangan. 

“Jadi nanti mau ditambal sambil menunggu pelaksanaan paket. Karena di sana tahun ini mau direkonstruksi atau direhab,” kata Adi dikonfirmasi kemarin.

Dikatakan, karena adanya kegiatan itu untuk saat ini langkah awal yang dilakukan tambal sulam. Meski begitu, hingga kemarin terpantau masih belum sepenuhnya ditangani. “Pada intinya tetap kita tambal, sekalian menunggu pelakasanaan itu,” imbuh dia.

Informasi terakhir yang dia terima, untuk kegiatan di ruas itu proses lelang sudah selesai beberapa minggu yang lalu. Pihaknya bersama tim juga sudah turun ke lapangan. “Kapan mulainya? Sekarang masih dihitung dulu, kemarin kita sudah cek ke lapangan. Mungkin satu atau dua minggu lagi,” sebut Adi. 

Karena tinggal menunggu pelaksanaan, tambal sulam pun tidak  akan dilakukan. Mengingat pihak BBPJN menunuggu peningkatan jalan itu dilakukan. 

“Lelangnya sudah selesai dan kemarin juga sudah survei, sekarang tinggal pelaksanaannya saja. Karena itu sambil menunggu itu nanti ditambal,” papar dia.

Adi mengakui selain kondisi jalan yang rusak, jembatan di ruas itu juga mulai berubah. Utamanya pada sambungan yang dinilai perlu penanganan. “Jadi memang begitu sambungan jembatannya perlu penanganan. Untuk sementara nanti diuruk dulu sambil menunggu penanganan selanjutnya,” pungkas Adi.

Sementara, pantauan di laman lpse.pu.go.id kemarin sore lelang sudah selesai dengan nama tender preservasi dan pelebaran jalan Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol. Pelaksanaan dari Kementerian PUPR dengan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan II Surabaya pekerjaan konstruksi jalan. Nilai pagu paket itu Rp 85,3 miliar dari APBN 2019. Sementara pemenang lelang PT Ris Putera Delta Surabaya dengan nilai penawaran Rp 59,5 miliar.  

Dihubungi terpisah,  Miftahul Huda, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jombang mendesak  Pemkab Jombang segera melaporkan kondisi jalan nasional di wilayah Kabupaten Jombang ke Pemerintah Pusat agar segera mendapat perhatian.

“Jumat kemarin (9/3) kami sudah memanggil Dinas PUPR maupun Dinas Perkim untuk melaporkan jalan nasional yang rusak kepada Pemerintah Pusat,” ujarnya saat dikonformasi kemarin. 

Dikatakan, kondisi jalan nasional memang sudah rusak cukup parah. “Banyak sekali lubang bahkan cukup lebar dan dalam," akunya. 

Untuk itu, agar tidak semakin parah memang harus mendapat penanganan. Karena sudah banyak juga angka kecelakaan, bahkan sampai memakan korban jiwa di jalan nasional. “Memang itu harus segera diperbaiki agar tidak semakin parah rusaknya,” ungkapnya.

Ditambahkan, tidak hanya jalan nasional saja yang harus mendapat perhatian. Jalan kabupaten juga harus mendapat perhatian. “Kemarin kami juga sudah menyampaikan ke PUPR untuk memperhatikan jalan kabupaten yang rusak agar segera dilakukan perbaikan,” pungkas Huda. (*)

(jo/ang/fid/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia