Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Masa Berlaku Habis, Papan HGB Pasar Peterongan Tak Lagi Dipasang

09 Maret 2019, 11: 50: 19 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Papan yang berisi informasi tentang masa berlaku HGB Pasar Peterongan.

Papan yang berisi informasi tentang masa berlaku HGB Pasar Peterongan. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Penelusuran Jawa Pos Radar Jombang di Pasar Peterongan siang kemarin, menemukan papan penanda HGB di pasar ini tak terlihat dipasang di depan kompleks layaknya dua papan HGB sebelumnya. Namun papan ini bisa ditemukan dalam kondisi tergeletak di sudut barat bawah tangga di pintu masuk utama.

Dalam papan tersebut tertulis jika tanah dan bangunan pasar ini milik Pemkab Jombang. Berdasarkan pada SK HPL Nomor. 98/HPL/BPN/1998 tertanggal 19 Agustus 2998, papan ini menyebut luasan bangunan yang termasuk dalam HPL adalah 17.180 meter persegi.

Tak dicantumkan jumlah rukonya. Berlokasi di Desa Mancar Kecamatan Peterongan, HGB ini dinyatakan berlaku 12 tahun langsung. Yakni mulai 18 Nopember 1995 hingga 18 Nopember 2017.

Meski papan menunjukkan pengelolaan aset telah habis, namun pernyataan berbeda justru datang dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jombang Bambang Nurwijanto sebelumnya.

Anehnya, Bambang menyebut hingga kini proses HGB masih berjalan untuk Pasar Peterongan. Ia hanya menyebut status bangunannya juga hampir sama dengan PCN yang juga akan segera habis.

“Untuk pasar peterongan sampai sekarang masih, belum habis. Cuma memang sudah akan segera habis juga, mungkin sama kayak PCN,” terangnya kepada wartawan koran ini.

Saat ditanya apakah ada bangunan lain yang merupakan aset Pemkab yang dikelolanya dan statusnya HGB dan  hingga kini sudah habis tanpa kejelasan, pihaknya menjelaskan hanya tiga titik itu saja. “Yang di kita cuma tiga itu, cuma PCN, Ruko simpang tiga dan Pasar Peterongan saja, lainnya tidak ada,” singkatnya.

Temuan ini, menambah daftar aset Pemkab Jombang yang status HGB-nya telah habis namun belum menemui kejelasan. Sebelumnya, dua aset pemkab di PCN dan Pertokoan Simpang Tiga (eks terminal) terpantau tak terurus. Ini setelah belum adanya kejelasan terkait perpanjangan kontrak yang dilakukan hingga dugaan adanya kerugian negara lantaran nilai kontrak dinilai tak masuk akal. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia