Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

DLH Jombang Akui Sering Kirim Surat Rekom Penindakan Galian C Ilegal

06 Maret 2019, 10: 18: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas galian C di wilayah Kecamatan Ngoro.

Aktivitas galian C di wilayah Kecamatan Ngoro. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang sudah sering bersurat ke pihak berwajib untuk melakukan penindakan galian C. Sayangnya, galian C di Jombang masih beroperasi dengan bebas dan bahkan banyak bermunculan aktifitas baru yang diduga ilegal di wilayah Jombang.

Amin Kurniawan, Kasi Konservasi DLH Kabupaten Jombang mengatakan, setelah ada laporan terkait galian C, langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim ke lapangan.

Tim tersebut untuk melihat aktivitas galian, termasuk melihat apakah sudah mengantongi izin atau tidak. ”Apabila tidak mempunyai izin kami langsung mengirim surat kepada pihak yang berwajib,” ujarnya kemarin.

Langkah sinergi itu dilakukan karena memang penindakan dan penertiban bukan kewenangan DLH Kabupaten Jombang. Sehingga DLH selalu berkoordinasi dengan pihak Satpol PP sebagai aparat penegak perda. Termasuk dengan pihak kepolisian.

”Seperti yang di Dusun Mengkreng, Desa Genukwatu itu kami sudah menerjunkan tim akhir Januari lalu,” ungkapnya. Hasil pantauan di lapangan itulah menyebut galian C tidak kantongi izin. Sehingga pihaknya juga sudah mengirim surat ke polres sebagai dasar melakukan langkah penindakan.

“Kami juga sudah mengirim surat ke polres,” beber dia. Saat disinggung aktifitas galian C di Desa Rejoagung yang masih beroperasi tiga hari lalu, dia belum bisa memberi keterangan banyak karena tim baru akan diturunkan. ”Kalau itu saya belum tahu, kami akan kirim tim kesana,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktifitas galian tanah di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang kembali muncul. Sedikitnya ada tiga aktifitas penambangan galian yang menggunakan alat berat.

Pada Minggu siang, terlihat puluhan truk mengantre di lokasi galian pasir baru dan satu unit alat berat yang beroperasi mengeruk pasir dan memasukan ke bak truk. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia