alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Timur Pradopo, Jenderal Polisi yang Lahir di Gudo Kabupaten Jombang

05 Maret 2019, 15: 10: 26 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jendral (Purn) Timur Pradopo

Jendral (Purn) Timur Pradopo (Google Image)

Share this      

JOMBANG - Rubrik Tokoh Jawa Pos Radar Jombang kali ini mengangkat sosok tokoh kelahiran Jombang yang berkiprah di dunia kepolisian. Tak tanggung-tanggung, atas prestasi dan dedikasinya, dipercaya untuk mengemban tugas sebagai pimpinan tertinggi korps Bhayangkara, sebagai Kapolri 2010-2013.

Sebagai seorang jendral besar kepolisian Indonesia, ternyata Timur Pradopo terlahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil di selatan Jombang. Tepatnya di Dusun Legundi, Desa Gempolegundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang pada tanggal 10 Januari 1956.

Ayah dan ibunya adalah Sigit Sai’un, dan Sriati, keduanya adalah guru meski dalam jenjang berbeda. Ayahnya seorang guru Sekolah Pendidikan Guru (setingkat SMA) Jombang dan ibunya sendiri adalah seorang guru SD.

Timur Pradopo semasa muda

Timur Pradopo semasa muda (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Sulung dari 7 bersaudara ini juga menghabiskan masa kanak-kanak hingga menamatkan pendidikan menengah di Jombang. Mulai dari pendidikan dasar di SDN Gempolegundi, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP dan SMA di Kertosono. Bahkan bibi yang kini menempati rumah kakek, sekaligus rumah masa kecilnya, mengenal Timur sebagai anak yang cukup sederhana dan tidak neko-neko.

“Walaupun sekolahnya di Kertosono, Mung (Panggilan akrab Timur) itu ya ngonthel pulang pergi tiap harinya,” jelas Suwarti, salah satu sepupunya.

Meski kini Timur Pradopo tak lagi sering menempati rumah masa kecilnya ini, namun sejumlah foto terlihat masih tersimpan dan terpajang rapi di tembok-tembok kediaman kakeknya tersebut. Mulai foto saat dirinya masih dalam masa pendidikan Akpol hingga telah menjadi perwira di kepolisian.

Setelah menamatkan pendidikan SMA, Timur Pradopo kemudian menuju pendidikan Akpol dan terus melanjutkan pendidikan hingga tahun 2001 di Sespin Polri. Jabatan yang  pernah diembannya antara lain Perwira Samapta Poltabes Semarang, Kasi Operasi Poltabes Semarang, Kapolsekta Semarang Timur hingga kariernya terus menanjak dan akhirnya ditunjuk Presiden SBY untuk mengampu pucuk pimpinan Polri.

Menggantikan posisi Kapolri yang sebelumnya dipegang Bambang Hendarso Danuri pada 23 Oktober 2010. Jabatan kapolri sendiri diembannya selama 3 tahun hingga pada tanggal 25 Oktober 2013, posisinya digantikan oleh Jendral Purn. Sutarman. Kehidupan pernikahannya pun bisa dikatakan harmonis.

Dengan istrinya Irianti Sari Andayani, dirinya dikaruniai satu putra dan satu putri, yakni Moh. Bimo Aryo Seto putra pertama dan Dhea Istigfarina Miranti putri kedua. Hingga kini, pasca pensiun dari dunia kepolisian, dirinya disebut tengah aktif dalam dunia bisnis sebagai salah satu pimpinan di perusahaan yang berlokasi di luar Jawa.

“Saya tidak tahu pastinya, yang jelas kalau kediaman beliau sekarang ya di Jakarta, dan saya dengar beliau jadi pimpinan perusahaan atau apa begitu di Kalimantan,” sebut salah satu sepupunya di Gempolegundi. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia