alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Cek Kualitas Proyek, Aspal Jalan Nasional Dilubangi Melingkar

05 Maret 2019, 08: 10: 13 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu titik jalan aspal yang dilubangi melingkar untuk dicek kualitasnya.

Salah satu titik jalan aspal yang dilubangi melingkar untuk dicek kualitasnya. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Proyek peningkatan jalan nasional yang melintasi Kabupaten Jombang tengah diuji kualitasnya, kemarin. Di sejumlah titik dijadikan sample dengan cara melubangi menggunakan bor.

Pantauan di lokasi,  beberapa lubang yang diuji ketebalan dan kepadatan aspal sudah tertutup. Sementara lainnya lebih banyak dibiarkan. Baik sisi kanan dan kiri lubang yang cukup dalam.

Narsih salah seorang warga menuturkan, dilubanginya jalan aspal yang baru saja selesai dibangun tahun lalu dilakukan sejak beberapa hari lalu. “Kalau yang di depan ini baru kemarin,” kata Narsih yang rumahnya di seberang jalan itu.

Baca juga: Gambus Misri; Kesenian dari Kaum Santri Gagasan Asfandi, Ayah Asmuni

Dia sendiri tak mengetahui kenapa aspal baru itu kini dilubangi. “Padahal baru diperbaiki kok sekarang dibolongi lagi,” imbuh dia.

Sepengetahuan dia, ketika dilakukan kegiatan itu terdapat beberapa petugas. “Yang di depan rumah saya kemarin banyak petugas pakai seragam. Setelah selesai mereka pindah lagi,” sambung dia.

Dikonfirmasi Adi Suwito Pelaksana Teknis dari BPPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) Wilayah VIII Surabaya mengakui adanya kegiatan itu. Menurut dia, dilubanginya jalan aspal itu mengetahui sudah sesuai dan tidaknya ketebalan maupun kepadatan.

“Jadi itu di tes ketebalan dan kepadatannya. Mulai Jumat kemarin, belum selesai maka dilanjutkan hari ini (kemarin),” kata Adi melalui sambungan selulernya.

Pekerjaan itu masih menurut dia, dilakukan pihak BBPJN. Meski sudah masuk 2019, kegiatan itu harus dilakukan. “Memang prosedurnya begitu untuk laporan. Pokoknya semua pekerjaan tahun lalu,” sambung dia.

Ini dilakukan supaya mengetahui proyek yang didanai APBN 2018 senilai Rp 46,2 miliar itu sudah sesuai atau belum. “Jadi itu nanti di uji laboratorium, spek dan ketebalan sudah memenuhi syarat atau belum nanti baru dibikin laporan. Artinya jika ketebalan dan kepadatan sudah sesuai rencana, ya tidak ada maslah,” beber Adi.

Lantas bagaimana jika tidak sesuai? Menurut Adi, melihat di lapangan dinilai sudah sesuai. “Kelihatannya itu sudah memenuhi syarat, tapi pastinya sekarang menunggu hasil laboratorium dulu,” ungkapnya.

Meski begitu, dilubanginya aspal itu hampir di sepanjang lokasi.  “Kemarin itu per-200 meter,” sebut dia.

Tidak hanya aspal menurut dia, jalan cor di Peterongan juga demikian. “Jadi semuanya baik cor atau aspal ikut diteliti. Setelah kita lubangi, kita tutup lagi, kalau tidak ya nanti rusak. Sementara yang cor pakai semen yang cepat kering, sedangkan aspal tetap pakai aspal,” pungkas Adi.

Seperti diketahui, tahun lalu ruas jalan nasional di Jombang dilakukan peningkatan. Dengan nama proyek reservasi rekonstruksi jalan Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol.

Instansi dari proyek itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan satker Pelaksanaan Jalan Nasional metropolitan II Surabaya. Anggaran proyek itu senilai Rp 46.288.205.000 dengan pemenang lelang PT Timbul Persada. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP