Minggu, 19 May 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Dua Orang Pengedar Sabu dan Pil Koplo Ditangkap di Jombang

04 Maret 2019, 08: 40: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; sabu-sabu

Ilustrasi; sabu-sabu (Google Image)

JOMBANG – Mochammad Isa Afandi, 26, warga asal Desa Plandi, Kecamatan Jombang harus  mendekam di sel tahanan. Penjual pakaian keliling ini ditangkap polisi lantaran terlibat jaringan peredaran sabu-sabu.

”Pelaku sudah kita amankan, hasil pengembangan,” beber Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Mukid, kemarin.

Penangkapan pelaku bermula pengungkapan jaringan peredaran sabu-sabu di wilayah Mojongapit, Kecamatan Jombang (25/2) lalu. ”Tiga pelaku berhasil kita amankan waktu itu, inisialnya KD, AK dan AD,” bebernya.

Hasil pemeriksaan tiga pelaku, polisi berhasil mengendus identitas MIA. ”Dia yang memasok sabu-sabu ke tersangka AK,” imbuhnya.

Berbekal data awal tersebut, petugas segera melakukan penelusuran. Upaya petugas membuahkan hasil. Tepatnya Selasa, (26/2) siang, sekitar pukul 13.00, polisi mendapati informasi buruannya terlihat di rumah.

Sejumlah petugas langsung bergerak melakukan penyergapan. Setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya, polisi  menemukan sebuah dus bekas yang ternyata berisi paket sabu.

Diantaranya, 1 plastik klip diduga berisi sabu-sabu dengan berat kotor 1,00 gram, 1 plastik klip diduga berisi sabu-sabu  berat kotor 0,50 gram, 1 plastik klip diduga berisi sabu-sabu  berat kotor 0,40 gram, 1 plastik klip diduga berisi sabu-sabu  berat kotor 0,23 gram, 1 plastik klip ukuran besar diduga bekas bungkus sabu-sabu, 2  plastik klip ukuran kecil diduga bekas bungkus sabu-sabu, 1 pack plastik klip ukuran besar, 1 potong sedotan sebagai skrop dan 1 unit HP merek Xiomi warna hitam.

Tersangka hanya bisa pasrah digelandang petugas ke Mapolres Jombang guna penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, di tempat terpisah, Didik Hardian, 34, warga Desa Ngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto juga meringkuk di sel tahanan. Aksinya menjalankan transaksi pil koplo di area parkiran Capem BNI  Mojoagung, terendus petugas. Dari penangkapan ini, polisi mengamankan ratusan butir pil koplo.

“Terhadap pelaku DH, sudah kita amankan, masih kita dalami pemeriksaan,” tegas Kapolsek Mojoagung Kompol Khoirudin, kemarin.

Dijelaskan, penangkapan pelaku bermula informasi yang diterima petugas jaringan peredaran pil koplo yang kerap bertransaksi di   Mojoagung, tepatnya di area parkiran kantor Capem BNI Mojoagung.

Sebagai tindaklanjut, petugas terjun menyelidiki. Tepatnya Sabtu (2/3) siang, sekitar pukul 09.00, petugas mendapat informasi akan ada transaksi melibatkan jaringan Mojokerto.

Sejumlah petugas segera bergerak melakukan pengintaian di lokasi. Upaya petugas membuahkan hasil, petugas berhasil mengamankan Yuliwati (saksi, Red) yang kedapatan membawa barang bukti sebanyak 961 butir pil jenis dobel L yang diakuinya didapat dari Didik Hardian. “Langsung kita amankan sekalian di lokasi,” bebernya.

Tak hanya itu, petugas turut menyita HP merek Oppo yang diduga sebagai media transaksi. Keduanya hanya bisa pasrah saat digelandang petugas menuju Mapolsek Mojoagung.

Atas perbuatannya, warga asal Kabupaten Mojokerto dijerat pasal 196 UU RI nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Kasusnya masih kita lakukan upaya pengembangan untuk melacak jaringan di atasnya,” singkat Khoirudin. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia