Rabu, 18 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Jembatan Mangkrak di Desa Japanan Masuk Program BKK Pemkab Jombang

28 Februari 2019, 11: 54: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jembatan mangkrak di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno merupakan bantuan khusus keuangan (BKK) melalui APBD 2018

Jembatan mangkrak di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno merupakan bantuan khusus keuangan (BKK) melalui APBD 2018 (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Jembatan mangkrak di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno merupakan bantuan khusus keuangan (BKK) melalui APBD 2018. Prosesnya melalui usulan anggota DPRD Jombang kepada eksekutif.

Hadi Kushartanto Kasubag Prasarana Pembangunan, Bagian Pembangunan Setdakab Jombang menjelaskan proyek jembatan itu bersumber dari APBD Jombang 2018, melalui BKK. Dari 66 desa yang menerina BKK, di Desa Japanan merupakan satu-satunya  jembatan dan saat ini belum selesai.

“Jadi itu dari BK Khusus 2018, APBD Kabupaten Jombang nilainya Rp 195 juta. Jembatan hanya itu saja, lainnya tidak ada,” kata Hadi dikonfirmasi kemarin (27/2).

Dijelaskan, pelaksaaan proyek itu dikerjakan pihak desa yakni TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) desa setempat. “Jadi nanti Insyaallah tahun ini dilanjutkan, kalau bisa lewat PAK. Karena oprit belum terlaksana, rencananya dari BK Khusus juga,” imbuh dia.

Lebih lanjut dikatakan, perjalanan dibangunnnya jembatan BKK itu menjadi akses warga Dusun Sedah. Terutama menuju makam dusun setempat. Selama ini mereka harus memutar terlebih dahulu dengan jarak cukup jauh.

Termasuk ketinggian jembatan lima meter. Menurut Hadi sesuai dengan permintaan warga setempat. “Átas permintaan warga sekitar, makanya dibangun tinggi. Sebab ketika banjir, kalau jembatan rendah, maka bambu-bambu pasti nyantol. Makanya kemarin dibangun setinggi lima meter dengan panjang jembatan sekitar 27 meter,” rinci Hadi.

Karena saat itu belum terdapat jembatan, pihak desa  mengajukan ke Pemkab Jombang. “Jadi alurnya itu pengajuan proposal dari desa, nanti kita evaluasi administrasi kemudian kita survei layak atau tidak layak. Setelah itu kita proses, kalau layak maka kita buatkan surat keputusan. Baru kemudian desa mengajukan untuk pencairan,” urai dia.

Secara aturan lanjut Hadi, jembatan itu harus bisa dipergunakan. “Jenis kegiatan jembatan harus selesai, kalau tidak dilanjutkan ya tidak ada nilai manfaatnya. Memang waktu itu nilainya segitu hanya cukup untuk pondasi dan jembatan saja. Untuk oprit memang belum, karena tidak cukup. Bahasanya dilanjutkan tahun berikutnya,” ungkap Hadi.

Lebih rinci dia menyebutkan untuk BKK 2018 total Rp 6,7 miliar. Menyebar di 66 desa dengan kegiatan yang berbeda. “Ada yang jembatan, ada jalan dan saluran. Yang belum selesai dan kegiatan jembatan hanya di Japanan saja, yang lain di Mojowarno nilainya kecil-kecil,” pungkas Hadi.

Dihubungi terpisah, ketua DPRD Kabupaten Jombang, Joko Triono, mengaku belum menerima informasi lengkap terkait jembatan Japanan. ”Untuk jembatan yang mangkrak di Japanan saya masih belum mendapat laporan,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.

Joko mengaku, dirinya mendapat informasi pengusul jembatan tersebut dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Jombang. ”Memang untuk pokir 2018 itu ada yang teralisasi dan ada yang tidak,” katanya.

Pria yang kerap disapa JT tersebut mengungkapkan, hanya ada dua atau tiga orang yang dana pokirnya bisa teralisasikan. Karena tidak ada laporan satu per satu terkait realisasi dana pokir ke ketua DPRD. ”Jadi saya tidak tahu siapa yang bisa cair atau tidak,” imbuhnya.

Karena untuk Pokir, hasil reses anggota DPRD disampaikan ke ketua fraksi kemudian disampaikan ke Setwan, dari Setwan disampaikan kepada Bappeda. ”Dari Bappeda ini disampaikan ke masing-masing dinas yang bersangkutan,” bebernya.

Sehingga, apabila ada bangunan yang mangkrak, semua merupakan kewenangan dari eksekutif.  Karena anggota DPRD hanya mengusulkan saja.

”Jadi kita hanya mengusulkan saja,  untuk masalah teknis tetap eksekutif. Apakah itu salah dalam pengerjaan atau seperti apa, itu kewenangan eksekutif,” ungkapnya. (*)

(jo/fid/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia