alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Belum Lama Diresmikan Presiden, Museum di Makam Gus Dur Sudah Rusak

27 Februari 2019, 19: 41: 37 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (Minha) yang sudah alami kerusakan.

Kondisi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (Minha) yang sudah alami kerusakan. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Meski belum digunakan sepenuhnya, kerusakan pada bangunan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (Minha) sudah alami kerusakan. Bahkan beberapa titik bangunan yang mengalami kerusakan terlihat parah, lantaran tak ditangani sejak beberapa bulan terakhir.

Seperti terlihat pada bangunan di sisi barat. Sejumlah pecahan terlihat di tembok bawah penyangga atap barat museum. Keramik di tembok ini terlihat pecah di beberapa bagiannya. Pecahan selebar 50 centimeter nampak pada hingga tiga bagian keramik.

Kondisi yang sama juga terlihat di  keramik lantai luar bagian barat, juga mengalami pecah di bagian sambungannya. Dari lubang itu, bahkan terlihat jika keramik ini dalam kondisi menggantung, lantaran bagian pengisi bagian bawahnya kosong.

Menurut warga di lokasi, kerusakan ini sebenarnya sudah  lama.  Namun hingga kini belum juga ada penanganan dari pihak terkait. “Kalau pecahan di tembok itu sudah lebih dari enam bulan, sebenarnya sebelum diresmikan dulu, tapi tidak juga diperbaiki, akhirnya ya tambah banyak, tambah lebar juga. Kalau yang di lantai ini mungkin baru tiga bulan terakhir,” terang Maududi, 30, warga di lokasi.

Padahal menurutnya, kerusakan yang dibiarkan ini   membuat pemandangan tak nyaman di bangunan yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo tahun lalu ini. Kerusakan yang terus bertambah juga menunjukkan   bangunan tak terawat.

“Ya kan ini salah satu lokasi wisata baru di Jombang, orang tahunya kan ini juga bangunan baru. Kalau sudah rusak begitu kan pasti merusak pemandangan, kelihatan tidak terawat dengan baik, pungkasnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala BPCB Trowulan Andi M Said menyebut sudah mengetahui adanya kerusakan pada bangunan di belakang museum itu. Kendati demikian, ia mengaku tak bisa berbuat banyak, lantaran wewenang pemeliharaan masih berada pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pusat.

Pemeliharaannya memang sampai tahun ini masih ada di Pusat, jadi semua kerusakan ya memang masih tanggung jawabnya Jakarta. Kita kan di sana masih sebatas penjagaan saja untuk sekarang. Ya nanti akan kita laporkan kondisinya seperti itu,” pungkasnya singkat. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia