alexametrics
Selasa, 02 Jun 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Kios Baru Pasar Peterongan Senilai Rp 1,1 Miliar Masih Mangkrak

26 Februari 2019, 15: 39: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kios pasar Peterongan yang terpantau masih mangkrak. Hanya ada beberapa pedagang yang sudah berjualan.

Kios pasar Peterongan yang terpantau masih mangkrak. Hanya ada beberapa pedagang yang sudah berjualan. (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Sampai dengan pekan terakhir Februari 2019, proyek rehabilitasi Pasar Peterongan Rp 1,1 miliar dibiarkan mangkrak. Deretan kios yang baru dibangun masih tak berpenghuni. Para pedagang emoh menempati, karena desain dan konstruksinya tidak layak ditempati.

“Sampai sekarang masih mangkrak mas, belum ditempati pedagang jualan. Masak kios gak ada pintunya dan atasnya masih bolong disuruh menempati,” beber Naim, ketua Paguyuban Pedagang Pasar Peterongan kepada Jawa Pos Radar Jombang (2/25) kemarin.

Dirinya menyebut, sejak aktivitas pekerjaan proyek selesai, sampai saat ini belum ada pembahasan terkait pemanfaatan proyek. ”Itu diperuntukkan kepada siapa, belum jelas. Apakah untuk penjual barang bekas, atau pedagang lainnya belum ada kejelasan sampai sekarang,” bebernya.

Salah satu yang menjadi rasan-rasan pedagang, selain mangkraknya bangunan, pedagang juga mempertanyakan hasil pekerjaan. ”Banyak yang mempertanyakan bangunan kiosnya kok tidak dipasang pintu, sudah begitu bagian atapnya juga terbuka,” imbuhnya.

Dirinya pun berharap, kelanjutan proyek segera ada kejelasan, sehingga bangunannya bisa segera dimanfaatkan. ”Kalau selesai membangun tidak digunakan lantas buat apa. Jangan-jangan waktu itu, buat akal-akalan saja untuk menghabiskan anggaran,” imbuhnya.

Dirinya pun mendorong pihak pengelola pasar juga pro aktif mengelola pedagang di pasar. ”Setiap hari, kalau  ke pasar, banyak penjual yang berjualan di halaman pasar, sehingga pedagang yang di dalam sepi pembeli. Harusnya ada perhatian dari pihak terkait,” singkatnya.

Saat dikonfirmasi, kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bambang Nurwijanto membenarkan perihal mengkraknya puluhan bangunan kios baru di Pasar Peterongan. ”Sampai sekarang masih kosong, belum ditempati pedagang,” bebernya.

Terkait dengan keberadaan bangunan kios yang tidak berpintu serta bagian atap bangunan masih terbuka, hal itu disebutnya sudah sesuai dengan perencanaan. ”Jadi sesuai RAB seperti itu. Kiosnya tanpa rolling door,” ujarnya singkat.

Kapan rencana pemanfaatan kios, dirinya belum bisa menjawab pasti. ”Kebetulan tahun ini, rencana ada penambahan bangunan kios lagi sekitar 60 unit, dari DAK, mungkin nanti sekalian dibarengkan pemanfatannya dengan kios baru,” imbuhnya.

Seperti diketahui, proyek rehabilitasi Pasar Peterongan 2018 merupakan proyek tahun kedua. Pada tahun sebelumnya pekerjaan proyek hanya los (lapak) tanpa ada meja untuk jualan.

Masuk tahun anggaran 2018, dilanjutkan pembangunan kios, dengan nama kegiatan Proyek Rehabilitasi Pasar Peterongan. Kontrak kerja jasa pemborongan masa pelaksanaan yakni selama 150 hari, dimulai 15 Mei-11 Oktober. Dibiayai APBD Jombang 2018 sebesar Rp 1,1 miliar. Pelaksanaan dari CV Atrium Jasa Konstruksi, sementara konsultan pengawas dari CV Banyu Bening.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan mengalami keterlambatan panjang, bahkan sampai dilakukan addendum waktu serta anggaran. Bahkan, belum lama dipakai, pekerjaan pavingisasi dan drainase sempat dibongkar lantaran bermasalah. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia