Senin, 18 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Tangan Kreatif Nuril Fadilah Dian Membuat Bunga Hias Berbahan Stocking

25 Februari 2019, 15: 23: 22 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Nuril Fadilah Dian, salah satu warga Dusun/Desa Palrejo Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang adalah salah satu perajin bunga hias berbahan stocking.

Nuril Fadilah Dian, salah satu warga Dusun/Desa Palrejo Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang adalah salah satu perajin bunga hias berbahan stocking. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Bunga hias yang terbuat dari bahan dasar kain stocking masih jarang ditemui di Jombang. Nuril Fadilah Dian, salah satu warga Dusun/Desa Palrejo Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang adalah salah satu perajin bunga unik ini.

Sesuai dengan bahan dasarnya, bunga ini diberi nama bunga stocking. Terbuat dari bahan dasar kain stocking yang tipis dan melar. Yang dibentuk sedemikian rupa sehingga  menjadi hiasan yang laku dijual.

“Iseng-iseng bikin bunga stocking, referensi sepenuhnya dari internet, karena di Jombang masih belum ada yang bikin bunga stocking,” kata Dian, sapaan akrabnya.

Dian memang memiliki hobi berkreasi membentuk bunga. Hobi itu mulai muncul sekitar tahun 2007 dimana saat itu sedang banyak orang yang menggandrungi bunga yang terbuat dari sedotan.

Bunga sedotan disulut menggunakan jarum panas, dan dirangkai untuk hiasan dinding atau bunga hias di meja ruang tamu. Namun itu tidak bertahan lama, karena seiring berjalannya waktu, musim bunga sedotan kemudian berganti pada bunga dengan bahan dasar lain.

Ia juga pernah membuat bunga dari manik-manik, ia susun menggunakan kawat dan tangkai yang juga terbuat dari kawat. Bunga ini memang sudah banyak dibuat perajin bunga hias yang lain sehingga ia kemudian belajar lagi membuat bunga dengan bahan dasar lain.

“Lantas buka-buka mbah google ada bunga stocking, saya penasaran dengan cara pembuatannya, karena membentuk stocking-nya dulu, bukan langsung dirangkai seperti manik-manik,” tambah ibu satu anak ini.

Untuk mengobati rasa penasarannya, ia tidak membuat bunga. Awalnya membuat bros dari bahan dasar kain stocking, bahkan saat itu pertama kali ia coba ia menggunakan kaos kaki stockingnya. Sayangnya, usaha pertamanya gagal, karena kain kaos kaki stocking yang ia punya masih terlalu tebal dan kurang melar.

“Korban satu kaos kaki dulu, meskipun gagal tidak masalah, karena sudah mengobati rasa penasaran saya dulu,” imbuhnya. Kemudian ia mencari kain stocking yang betul-betul pas. Sayangnya, untuk mencari kain stocking ini tidak semudah mencari kain flanel atau jenis kain yang lain. Tidak semua toko kain menjual. Yang menjual jenis kain ini hanya di Kediri dan  Blitar.

“Di Jatim hanya di situ, selain itu tidak ada, sepertinya ini langsung didatangkan dari Cina, bentuknya seperti kain perca, tapi ini stocking, jadi memang sudah potongan sekitar setengah meteran,” jelasnya sembari menunjukkan stok kain stocking yang masih tersisa di rumahnya.

Ya, benar, bentuknya memang seperti kain perca yang tidak terpakai, satu helai kain panjangnya sekitar 50 sentimeter, dan terdiri dari berbagai macam warna. Satu helai harganya sekitar Rp 3.500 saja.

Menggunakan kain itu, ia mulai berhasil membuat bros. Bros yang ia pasarkan laris manis karena masih jarang ada di Jombang, peminat pertamanya adalah guru-guru di tempatnya mengajar, yang kemudian ia pasarkan melalui media online dan bazar-bazar kecil.

Setelah usahanya membuat bros berhasil, ia kemudian membuat bunga hias. Ternyata bunga hias yang baru ia buat beberapa bulan ini juga memiliki banyak peminat. Apalagi adanya momen hari ibu, hari guru dan hari valentine beberapa waktu lalu membuat bunga buatannya laku keras.

“Yang paling banyak dicari di momen-momen seperti itu biasanya bunga yang satu tangkai atau dua tangkai saja, yang pot buat hiasan rumah,” tambahnya.

Pembuatan bunga hias memang lebih njlimet, pembuatannya dimulai dari pembentukan pola bunga atau daun menggunakan kawat tipis yang lentur. Kemudian baru memasukkan kawat ke dalam kain stocking sesuai warna yang akan dibuat. Kain stocking ditumpuk dua sampai tiga kali agar tidak mudah robek.

Kain stocking mudah dibentuk sesuai pola, karena langsung mengikuti pola yang ada, bahkan jika pemilik bosan dengan bentuk bulat misalnya, bisa diganti sendiri menjadi bentuk oval atau yang lain sesuai keinginan. Hanya tinggal membentuk ulang kawatnya, otomatis, bunga akan terbentuk seperti pola yang dibuat.

Untuk tangkainya ia juga menggunakan kawat, tapi yang ukurannya lebih besar. Kawat  dibungkus dengan solatip khusus tangkai bunga berwarna warni sesuai permintaan, baru dirangkai.

Satu hari ia bisa menyelesaikan satu pot bunga, tergantung besar kecil yang diinginkan pemesan. Satu pot bunga biasa dijual dengan harga Rp 25 ribu. Yang paling besar ia pernah membuat setinggi kurang lebih satu meter untuk bunga sakura dan terjual Rp 280 ribu.

Mahal atau murahnya harga bunga hias stocking yang ia buat tergantung dari besar kecilnya, dan kerumitan serta bahan yang digunakan. Pemasaran ia lakukan secara online melalui media sosial yang ia punya. Melalui online menurutnya lebih luas jangkauannya.

Ia bahkan sudah menjual di seluruh kota di Jatim. Surabaya, Malang, Sidoarjo hingga Depok Jawa Barat. “Memang kebanyakan tau dari online, karena jangkauannya luas, kadang saya juga ikut bazar-bazar yang ada di Jombang,” pungkasnya. (*)

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia