Senin, 22 Jul 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Kasus Korupsi KUR Bank Jatim Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

21 Februari 2019, 10: 00: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; logo Bank Jatim

Ilustrasi; logo Bank Jatim (google image)

Share this      

JOMBANG – Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jombang segera mengirim berkas perkara Siswo Iryana, tersangka kasus dugaan kredit fiktif Bank Jatim, ke pengadilan. Berkas pemeriksaan yang dilakukan tim gabungan penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejaksaan Negeri Jombang sudah dinyatakan lengkap.

”Rencana dalam waktu dekat kita akan segera limpahkan perkaranya ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” ujar Kasi Intelejen Kejari Jombang Harry Rahmat, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Usai menerima pelimpahan tahap dua (berkas dan tersangka) Siswo Iryana dari penyidik  Kejati Jawa Timur, pihaknya pun sudah langsung mempersiapkan kelengkapan administrasi berikut menyusun materi dakwaan.

”Mungkin dalam minggu ini sudah kita limpahkan,” tegasnya. Sampai sekarang, tersangka Siswo Iryana masih menjalani masa penahanan di Rutan Kejati. ”Penahanannya di Rutan Kejati,” tambahnya.

Sebelumnya, usai berkas rampung, penyidik  Kejati Jawa Timur langsung melimpahkan kasusnya ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang.

“Sudah kita limpahkan tahap duanya ke JPU. Untuk penahanan sudah menjadi kewenangan JPU Kejari Jombang,” ujar Sugimin, koordinator gabungan tim penyidik Kejati, kepada Jawa Pos Radar Jombang (8/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, pengusutan kasus korupsi kredit usaha rakyat (KUR) Bank Jatim Cabang Jombang jilid II oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memasuki babak baru.

Penyidik Kejati resmi menetapkan Siswo Iryana, mantan anggota DPRD Jombang sebagai tersangka. Namanya masuk daftar debitur ultimate.

”Terhadap SI sudah kita tetapkan statusnya sebagai tersangka,” beber Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Timur Didik Farhan Alisyahdi, kepada Jawa Pos Radar Jombang, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, sesuai  keterangan sejumlah  saksi, berikut barang bukti yang dikantongi penyidik, perbuatan Siswo Iryana dinilai ada unsur melanggar tipikor.

”Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia