Kamis, 20 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Banyak Santri Tak Miliki Form A5, KPU Diminta Jemput Bola ke Pesantren

21 Februari 2019, 08: 31: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kantor KPU Kabupaten Jombang

Kantor KPU Kabupaten Jombang (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – KPU diminta lebih proaktif melayani masyarakat yang ingin pindah tempat nyoblos khususnya di sejumlah pondok pesantren. Sebab dari puluhan ribu santri yang mondok di Jombang, masih banyak yang belum mengurus form A5. Ini dikarenakan sosialisasi KPU belum maksimal.

Pantauan di Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras kemarin, dari ribuan santri masih beberapa saja yang mengurus form A5. Salah satunya diakui, Umi Khulsum, 22 salah satu santri asal Kelurahan Berlian Makmur, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. ”Saya sudah mengurus beberapa hari lalu,” ujarnya (19/2).

Untuk mengurus pindah pemilih, memang cukup mudah. Dia cukup membawa fotokopi KTP dan KK ke kantor KPU. ”Kemarin saya coba ke PPS dulu tapi tidak bisa. Lalu disuruh ke KPU Jombang baru bisa,” jelasnya.

Ditambahkan, dari sekian banyak santri yang berasal dari luar daerah tidak semuanya mengurus. ”Setahu saya, hanya saya dan dua teman saya, yang lainnya kurang tahu,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Jauharuddin Al Fatih, salah satu pengurus Ponpes Bahrul Ulum meminta KPU lebih meningkatkan lagi dengan turun langsung ke simpul simpul pesantren.

”Kami berharap KPU ini berani turun ke bawah. Karena kesadaran pemilih pemula ini masih rendah. Apalagi, beberapa santri lebih mementingkan kegiatan di sekolah mereka,” ujar dia.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan jika sampai banyak santri yang golput karena tidak memiliki kesempatan mengurus A5. Padahal sebagian besar dari mereka sudah memiliki hak pilih. Khususnya yang kelas 9 SMA.

”Maka paling tidak KPU harus jemput bola dengan turun langsung kesejumlah pesantren pesantren besar yang ada di Jombang. Seperti Tambakberas, Rejoso, Tebuireng maupun Denanyar,” tambah Kabid Humas PPBU Tambakberas ini.

Dia sangat menyanyangkan apabila santri yang sudah memiliki hak pilih, justru golput karena tidak mengurus form A5. ”Oleh karena itu, untuk meminimalisir potensi golput maka KPU harus turun jemput bola,” beber dia.

Dari empat pondok pesantren besar yang ada di Jombang, dia mengestimasi ada 10 sampai 11 ribuan santri yang sudah memiliki hak pilih. Namun melihat catatan KPU, baru ada 868 pemilih yang mengurus A5. Tentu masih banyak pemilih khususnya dari santri yang belum ter-cover.

”Karena kalau santri datang sendiri ke KPU tentu menjadi kendala buat mereka. Apalagi mereka harus mendapat izin dari pondok, belum lagi yang tidak memiliki kendaraan kan jarak pondok ke KPU cukup jauh,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia