Kamis, 23 Jan 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Polemik Gapura Berlogo Partai, Ketua DPRD: Itu Tidak Benar

17 Februari 2019, 16: 15: 13 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Gapura yang menjadi polemik karena terdapat lambang partai politik tertentu.

Gapura yang menjadi polemik karena terdapat lambang partai politik tertentu. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Bangunan gapura dengan logo lambang partai di tiga lokasi di Kecamatan Kesamben mendapat respons Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Joko Triono. Hal itu menurtunya sangat tidak dibenarkan, karena dana pembangunan menggunakan APBD.

”Ya nggak boleh to, itu kan anggaran dari pemerintah. Kecuali memang itu yang membangun partai sendiri,” ujar Joko Triono kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Menurutnya, semua bangunan walau yang mengusulkan anggota DPRD, tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai maupun kampanye dengan menambah lambang partai.

”Kan itu uang rakyat jadi ya harus netral, tidak boleh digunakan untuk kepentingan partai. Semisal saya dari PDI Perjuangan mengajukan bantuan dan diberi lambang PDI Perjuangan,  kan  tidak boleh. Itu sudah melanggar norma juga,” ungkapnya.

Dirinya berharap, logo dan ikon burung segera dilepas kalau tidak ingin bersentuhan dengan hukum. ”Saya akan bicarakan dengan pak Minardi, untuk segera mengganti yang lebih netral,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya juga mengimbau semua anggota DPRD lainnya untuk tidak memanfaatkan bangunan dari pemerintah untuk kepentingan partai masing-masing.

Politisi senior PDI Perjuangan tersebut juga menambahkan, apabila nantinya mendapat dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) juga jangan sampai dipergunakan untuk kepentingan kampanye atau partai. ”Apabila bangunan dari pemerintah sampai digambar partai politik, rusak nanti Negara kita,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Jombang untuk menentukan langkah selanjutnya. ”Nanti saya koordinasikan dengan BK. Karena menurut saya itu sudah salah,” pungkas pria yang kerap disapa JT. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia