Senin, 18 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Bandar Pil Koplo Antar Kota dalam Provinsi Dibekuk Polres Jombang

17 Februari 2019, 13: 14: 12 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

MS, 21, pemuda asal Kecamatan Jombang diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Jombang

MS, 21, pemuda asal Kecamatan Jombang diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Jombang (Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – MS, 21, pemuda asal Kecamatan Jombang diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Jombang. Dirinya terlibat jaringan peredaran narkoba. Dari tangannya, polisi menyita sebanyak 23 ribu butir pil koplo.

“Peran MS sebagai Bandar yang memiliki jaringan pengedar di sejumlah kabupaten di Jawa Timur,” terang Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Mukid. Dijelaskan, upaya polisi membongkar jaringan MS sudah berlangsung lama. “Pelaku ini licin sekali. Hampir sebulan kita lakukan pengintaian,” bebernya.

Usaha keras petugas membuahkan hasil. Berawal dari penangkapan S (saksi) petugas berhasil mengendus sepak terjang MS. “Kita pelajari modusnya, kita masuk ke dalam,” bebernya.

Petugas mendapat informasi dugaan transaksi jual beli pil koplo melibatkan jaringan MS. “Menggunakan sistem ranjau. Barang dari bandar besar ditaruh di tong sampah sekitar area salah satu supermarket di Surabaya,” bebernya.

Tak ingin gegabah, petugas terus melakukan pengintaian. Setelah mengambil paket barang, pelaku bergerak ke wilayah Jombang untuk selanjutnya mengirimkan barang ke wilayah Kabupaten Kediri dan Tuluangung.

“Kita intai terus, ternyata pelaku singgah di Jombang. Akhirnya berhasil kita bekuk di sekitaran Pasar Legi Jombang,” bebernya. Benar saja, setelah digeledah, petugas menemukan sejumlah paket pil koplo dengan total mencapai 23 butir pil.

“Dikemas dalam sejumlah paket. per paket isinya seribu butir pil. Dia jual lagi per paket antara 2 juta sampai 2,5 juta,” bebernya. Petugas pun mengelandangnya ke Mapolres Jombang guna proses penyidikan lebih lanjut. “Masih terus kita lakukan pengembangan. Kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Jatim,” singkatnya.

Tidak hanya MS, terhitung sejak awal Februari, Satresnarkoba berhasil mengungkap sebanyak 43 kasus. Sebanyak tujuh kasus diantaranya terkait peredaran sabu-sabu, 21 kasus peredaran pil koplo, serta 15 kasus terkait peredaran miras. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia