Kamis, 21 Feb 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Pembebasan Lahan Jembatan Baru Ploso Masih Belum Ada Titik Terang

11 Februari 2019, 16: 00: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tiga tiang pancang jembatan Ploso yang masih mangkrak.

Tiga tiang pancang jembatan Ploso yang masih mangkrak. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

PLOSO – Hingga pertengahan bulan ini progres pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Ploso baru sisi utara, masih belum ada titik terang terang. Bahkan, penyelesaian masih jalan di tempat karena pemilik tanah masih enggan membebaskan lahan.

Imam Supi’i, Kades Rejoagung menerangkan, sebelumnya dijadwalkan ada pertemuan pada Februari ini. Namun, sampai sekarang dia belum menerima undangan atau informasi apapun dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur.

“Informasi dari Pak Syafaruddin (Dinas PU Bina Marga Jawa Timur) Insya Allah akan ada pertemuan lagi, tapi sampai hari ini belum ada kabar lagi,” katanya.

Dikatakan, pertemuan itu untuk menindaklanjuti proses pembebasan lahan yang belum tuntas. Sebab, masih ada beberapa bidang lahan yang belum bebas lantaran harga yang belum disepekati.

“Kalau ditotal itu ada enam warga, lima diantaranya benar-benar nggak mau. Sementara yang satu minta harga dinaikkan,” imbuh dia. Dari enam itu lima warga yang enggan melepas tanahnya itu memang selalu absen di setiap ada pertemuan.

“Yang lima itu memang benar-benar nggak mau, biarpun harganya berapa tetap tidak mau. Diundang pun nggak mau datang. Berbeda dengan satu warga yang memang minta ada kenaikan harga dari tim appraisal lantaran harga yang tidak sesuai,” beber Imam.

Seluruh bidang tanah tersebut merupakan lahan beserta bangunan. “Tidak ada yang lahan saja, semua di atas lahan ada bangunannya,” sambung dia. Saat ditanya tanah milik PT KAI yang juga belum rampung, Imam mengaku belum tahu secara pasti.

“Kalau yang PT KA mungkin langsung ke atasan, soalnya tanpa melalui desa,” paparnya. Untuk itulah yang dilakukan sekarang hanya bisa menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur.

“Sekarang tinggal nunggu Pak Syafaruddin dari PU provinsi. Yang jelas nanti ada undangan lagi, kapan undangannya kita juga nunggu,” pungkas Imam. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia