Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Alat Keselamatan Perahu Tambang Brantas Hanya Dipakai Waktu Tertentu

11 Februari 2019, 15: 49: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Perahu tambang di sungai Brantas

Perahu tambang di sungai Brantas (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Bantuan berupa life jacket yang diberikan Dishub Jawa Timur kepada penyedia jasa perahu tambang di Sungai Brantas, ternyata tak semua digunakan. Padahal alat tersebut semestinya digunakan untuk keselamatan penumpang.

Satu per satu penumpang perahu yang terpantau di Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, naik ke atas perahu. Tanpa dikomando, mereka langsung menempati sebuah kayu di pinggir perahu, yang digunakan sebagai tempat duduk.

Selanjutnya, mereka melakukan penyeberangan tanpa memakai life jacket atau sejenisnya. Hadi Sucipto, salah seorang pekerja jasa penyeberangan perahu tambang menerangkan, ada lima life jacket yang sebelumnya diterima. Sampai saat ini semua masih tersimpan rapi di perahu yang digunakan sehari-hari.

“Iya dulu dikasih Jawa Timur bantuan pelampung, sampai sekarang masih ada,” katanya. Menurut dia, alat keselamatan selama ini disimpan karena hanya difungsikan dalam waktu tertentu. Tidak dipergunakan setiap hari. “Ada lima pelampung, jadi dipakai ketika banjir,” imbuh dia.

Jika dilihat dari jumlah, sebenarnya menurut Hadi untuk lima life jacket masih belum cukup. Sebab, hanya bisa dipakai untuk pengemudi. “Kalau dipakai sama penumpang kurang, semisal ada lima orang yang dua dipakai apa. Makanya itu dipakai waktu banjir,” bebernya.

Karena dipakai saat banjir itulah maka peralatan keselamatan itu tetap berada di perahu yang digunakan. “Masih ada saya taruh bawah sini, belum pernah dipakai. Dibuat jaga-jaga,” ungkap warga Desa Brodot ini.

Jasa perahu tambang di wilayahnya merupakan akses penyeberangan bagi warga dua kabupaten. Yakni Kabupaten Jombang dengan Nganjuk. Jasa penyeberangan perahu tambang selama ini dipilih untuk mempersingkat waktu agar lebih cepat sampai ke tujuan.

Sementara itu, Kepala Dishub Jombang Imam Sudjianto menerangkan, penggunaan alat keselamatan memang perlu saat penumpang maupun awak berada di perahu.

Hanya saja, karena jarak yang tidak jauh, sehingga tidak dipakai langsung pun tidak ada masalah. “Barangkali terjadi hal yang diinginkan bisa dipakai,” katanya.

Paling tidak, life jacket tersebut membuat penumpang maupun awak perahu menjadi aman. Tidak kalah pentingnya, perahu tersebut juga harus dilakukan pengecekan secara berkala. “ Dan itu sudah kita sampaikan, artinya harus dikontrol, barangkali ada kebocoran dan sebagainya,” pungkas dia. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia