Kamis, 21 Feb 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Kesaksian Pedagang Pantai Payangan Saat Empat Guru BK Terseret Ombak

11 Februari 2019, 14: 41: 29 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tim SAR Rimba Laut bersama warga dan polisi saat melakukan evakuasi korban setelah berhasil ditolong dan dilarikan ke Kamar Mayat Puskesmas Sabrang, Ambulu.

Tim SAR Rimba Laut bersama warga dan polisi saat melakukan evakuasi korban setelah berhasil ditolong dan dilarikan ke Kamar Mayat Puskesmas Sabrang, Ambulu. (Jumai/Jawa Pos Radar Jember)

JEMBER – Insiden terseret ombak yang dialami empat guru Bimbingan Konseling (BK) asal Kabupaten Jombang di pantai Payangan, Kabupaten Jember, disaksikan secara langsung para pedagang di pantai.

Trimo, 45, salah satu pemilik warung di sekitar lokasi kejadian mengatakan, rombongan datang sekira pukul 13.00 WIB. Mereka juga sempat mampir di warungnya, bahkan salah satu korban ini sempat memesan kopi dan mie di warungnya.

“Tetapi tidak lama kemudian ada ramai-ramai kalau korban yang rombongan guru dari Jombang itu terseret ombak,” ujarnya. Keempat korban ini diduga terseret ombak besar yang datang tiba tiba. “Empat korban yang sedang mandi di pinggir Bukit Seruni yang terseret ombak,” terangnya.

Bukit Seruni Pantai Payangan yang ada di Dusun Payangan, Desa Sumbrerjo, Ambulu ini terlihat aman namun sudah banyak korban yang terseret ombak di lokasi ini, terakhir Minggu kemarin (10/2) empat guru

Bukit Seruni Pantai Payangan yang ada di Dusun Payangan, Desa Sumbrerjo, Ambulu ini terlihat aman namun sudah banyak korban yang terseret ombak di lokasi ini, terakhir Minggu kemarin (10/2) empat guru (Jumai/Jawa Pos Radar Jember)

Beberapa orang guru memang sempat terlihat bermain di pinggir pantai siang itu. Awalnya, ombaknya tidak terlalu besar. Namun, saat mereka mandi, ombak tiba tiba besar dan menyeret korban. Beberapa korban yang tidak siap ini kemudian langsung terseret ke tengah laut.

Sejumlah rekan guru lainnya yang ada di pinggir pantai ini pun langsung berteriak meminta tolong tim SAR yang ada di pinggir pantai. Kejadian itu terlihat oleh Eko dan Samsuri, warga sekitar sekaligus menjadi Tim SAR Rimba Laut.

Tim SAR Rimba Laut yang terdiri dari nalayan setempat bersama warga langsung melompat untuk menyelamatkan korban. Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan Yanik.

Kemudian, Tim SAR mencoba melakukan pencarian lagi di sekitar lokasi. Selang waktu satu jam mereka menemukan dua orang lainnya. Namun, nasibnya tidak sebaik Yanik karena saat ditemukan, Yuda dan Zakiyah sudah meninggal dunia. “Satu orang lain masih hilang belum ketemu. Masih dilakukan pencarian,” ujar Trimo.

Tim gabungan Basarnas, Tim SAR Rimba Laut dibantu nelayan setempat dan aparat masih berada di lokasi untuk melakukan pencarian terhadap Hasan Hingga kemarin malam (10/2).

Berdasarkan informasi Jawa Pos Radar Jember, awalnya para korban bersama rombongan guru dari SMA/SMK dan MA berangkat dari Jombang Sabtu (9/2). Mereka berangkat malam hari setelah maghrib. Mereka sampai di Jember sempat menginap di rumah salah satu temannya.

Baru pagi harinya mereka menuju tempat reskreasi. Sebelum ke Pantai Payangan, rombongan sempat mampir ke Pusat Penelitian Kopi Kakao Indonesia (Puslit Koka Indonesia) di Kecamatan Rambipuji.

Setelah dari Puslit Koka Indonesia, rombongan menuju kawasan wisata Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) yang ada di Kecamatan Wuluhan. Usai dari Papuma, rombongan yang mengendarai Bis Pariwisata W 7122 BL baru menuju ke Pantai Payangan yang ada di Kecamatan Ambulu.

Menurut Yanik Susanti, korban selamat mengakui dirinya beberapa sejumlah teman mandi di laut. Tiba-tiba, mereka sudah terseret ke tengah laut. “Saya baru sadar terseret ombak, setelah ditolong warga dan sudah di pinggir pantai”, ujar korban ditemui di ruang perawatan Puskesmas Sabrang, Ambulu.

Kapolsek Ambulu AKP Sugeng Priyanto, menuturkan pihaknya sudah berkoordinadi dengan pihak SAR lokal (Rimba Laut) dan Basarnas Jember. Dimana kini tim masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang masih belum ditemukan.

“Kita masih berupaya untuk melakukan pencarian terhadap satu orang guru yang masih belum ditemukan hingga saat ini,” terangnya. Jika memang hingga tadi malam belum ditemukan, pencarian akan kembali dilakukan hari ini. (*)

(jo/jpr/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia