Kamis, 21 Feb 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Korban Tewas di Pantai Jember Adalah Guru BK, Ini Penjelasan Cabdisdik

10 Februari 2019, 19: 22: 40 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu korban berfoto dan menunggahnya di media sosial sebelum terseret ombak di pantai Jember

Salah satu korban berfoto dan menunggahnya di media sosial sebelum terseret ombak di pantai Jember (ISTIMEWA)

JOMBANG – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jombang langsung merespons terkait meninggalnya dua guru SMA-SMK asal Jombang saat berwisata di pantai Payangan, Kabupaten Jember, Minggu (10/2) siang.

Kepala Cabdisdik Jatim di Kabupaten Jombang, Fatkhurrohman membenarkan adanya kegiatan wisata sejumlah guru SMA dan SMK asal Jombang ke pantai Payangan, Kabupaten Jember.

“Mereka (guru) yang rekreasi ke Jember adalah guru Bimbingan Konseling (BK), dari SMA dan SMK negeri swasta. Jumlah guru yang ikut menurut laporan yang saya terima adalah 22 orang,” kata Fatkur kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (10/2).

Sebagian guru yang ikut rekreasi, menurut Fatkur ada yang membawa keluarga. “Ada yang membawa suami, istri, dan anak. Ada juga yang berangkat sendiri,” tambah Fatkur.

Fatkur juga membenarkan, dua guru yang jadi korban meninggal dunia. “Ada satu orang yang selamat, sedangkan satu guru lainnya masih dalam pencarian,” imbuhnya.

Dua guru yang meninggal dunia tersebut, adalah Yudha Mahardika, 34, asal Dusun Pulo Wetan, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, yang merupakan guru BK asal SMAN Plandaan. Kemudian disusul Nur Zakiyah Wismawati, 30, guru BK asal SMAN 1 Jombang.

Korban yang selamat dari seretan ombak adalah Yannik Susanti, 34, tinggal di Perum Denanyar Asri B-2. Sedangkan yang masih dalam pencarian adalah Mohammad Hasan, 23, guru SMKN 3 Jombang. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia