Kamis, 21 Feb 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Sedot Pasir di Sungai Brantas Perbatasan Jombang-Nganjuk Masih Aktif

10 Februari 2019, 15: 33: 26 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas sedot pasir di Sungai Brantas yang terpantau dari atas tanggul.

Aktivitas sedot pasir di Sungai Brantas yang terpantau dari atas tanggul. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Praktik penambangan pasir liar di tengah sungai brantas wilayah perbatasan Jombang-Nganjuk belum juga berhenti. Hingga kemarin, aktivitas penambang masih bisa dilihat dengan jelas tanpa penindakan.

Di tengah sungai Brantas perbatasan Megaluh (Jombang) dan Jatikalen (Nganjuk) misalnya, suara desiran mesin diesel bisa terdengar jelas dari pinggir tanggul.

Asap hitam dari pembuangan mesin diesel terlihat jelas dari tengah sungai. Beberapa orang terlihat sibuk menumpuk pasir di sebuah kapal berukuran cukup besar. 

Sementara di sisi kapal, kemarin terlihat dua ponton kecil dimanfaatkan pekerja lain untuk menyedot pasir di sekitar kapal utama. Menurut warga, aktivitas tambang memang nyaris tak pernah berhenti setiap hari

Bahkan, dengan bebas beberapa pengangkur pasir yang menggunakan motor sembari membawa gerobak, masih terlihat wara-wiri di sekitar tanggul. 

“Ya begitu itu setiap hari, cuma itu kan dibatas, jadi buat penambang gampang ngeles kalau itu bukan wilayah Jombang, padahal nyedotnya kemana nggak kelihatan,” ucap Mariono, warga setempat.

Meski mengaku gerah dengan penambangan itu ia mengaku tak bisa berbuat banyak selain hanya melihat. “Mau bagaimana lagi, toh yang harusnya menindak juga diam saja, mungkin nunggi tangkis ambruk baru bergerak,” pungkasnya diselingi tawa. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia