Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Jumlah TPS Naik Dua Kali Lipat, KPU Jombang Petakan Petugas KPPS

10 Februari 2019, 15: 28: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pengiriman kotak suara berisi logistik pemilu ke Dusun Nampu, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan. (ilustrasi)

Pengiriman kotak suara berisi logistik pemilu ke Dusun Nampu, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan. (ilustrasi) (Mardiansyah Triraharjo/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Jelang pelaksanaan pemilu yang kian dekat. Sejumlah persiapan terus dimatangkan KPU Jombang. Salah satunya terkait persiapan personel penyelenggara pemilu di tingkat TPS (tempat pemungutan suara), lantaran jumlah TPS pemilu naik dua kali lipat dibanding saat pemilukada.

”Salah satu antisipasi kita kesiapan SDM penyelenggara di tingkat TPS. Sebab, dengan rasio jumlah TPS pemilu yang naik dua kali lipat, otomatis tenaga KPPS yang kita butuhkan juga ikut naik,” beber Fatoni, anggota  KPU Jombang, kemarin.

Menurut Fatoni, salah satu faktor pembengkakan jumlah TPS pemilu berdasarkan aturan kepemiluan. ”Pertama dari aturan. Kalau dulu (pemilukada, Red) maksimal per TPS jumlah pemilihnya diangka 500 pemilih, di aturan baru dibatasi jumlahnya maksimal 300 pemilih,” bebernya.

Selain itu juga lanjut Fatoni mempertimbagkan efektivitas waktu pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS. ”Kalau pemilukada dulu, surat suara Cuma dua, hanya pilbup dan pilgub. Berbeda pemilu nanti surat suara ada lima surat suara,” bebernya.

yakni, surat suara pilpres, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan surat suara untuk pemilihan calon anggota DPD. ”Jadi pertimbangannya dari segi waktu juga,” bebernya.

Dari hasil pemetaan jumlah TPS pemilu di Jombang  nanti, naik signifikan dibanding jumlah TPS saat pemilukada. ”Dua kali lipatnya, untuk TPS pemilu jumlahnya mencapai 4.295 TPS, naik signifikan dibanding jumlah TPS saat pemilukada sebanyak 2.417 TPS,” bebernya.

Disinggung kesiapan SDM penyelenggara di tingkat KPSS, pihaknya mengaku sudah mulai memetakan SDM dari sekarang. ”Untungnya kemarin sudah ada pemilukada. Kita sudah petakan potensi di masing-masing desa, setidaknya kita membutuhkan tenaga mencapai 30.065 orang,” singkat Fatoni. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia