Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Kreatifnya Indah Purwanti Manfaatkan Kaleng Bekas untuk Tempat Pensil

10 Februari 2019, 15: 11: 16 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Beberapa kaleng bekas yang dibuat Indah Purwanti, 41, bisa dipakai menambah penghasilan sehari hari.

Beberapa kaleng bekas yang dibuat Indah Purwanti, 41, bisa dipakai menambah penghasilan sehari hari. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Asal kreatif, semua barang bekas bisa memiliki harga jual. Seperti yang dilakukan Indah Purwanti, 41 ini yang sudah beberapa bulan lalu berkreasi dengan kaleng bekas untuk dijadikan tempat pensil yang cantik.

Tangan Indah warga Dusun Jetak, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang begitu terampil memotong kain fanel, merakit pernak-pernik pada sebuah kaleng bekas tempat rokok.

Indah adalah perajin tempat pensil dengan memanfaatkan kaleng bekas yang keleleran di rumahnya. Indah awalnya terinsipirasi dari sebuah tempat pensil yang terbuat dari kaca. Bentuknya bagus, unik dan harganya cukup mahal. Lalu, dia mencoba-coba membikin dari bahan yang ada dirumahnya.

Munculah ide membuat tempat pensil dengan memanfaatkan kaleng bekas. ”Mudah kok, ini sangat sederhana karena kaleng ini bisa didapatkan di toko-toko yang menjual rokok,” ujar dia.  

Per tempat pensil, Indah hanya butuh modal sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2 ribu. Itu digunakan untuk membeli lem, kain fanel warna-warni dan pernak-pernik. ”Kain fanel dan pernak pernik sebagai hiasan untuk mempercantik, agar bahan dasarnya tidak kelihatan,” tambah ibu dua anak tersebut. 

Dijelaskan, cara pembuatannya juga cukup sederhana, pertama cari kaleng bekas yang masih layak. Kaleng bekas bisa berasal dari kaleng susu, kaleng rokok maupun kaleng lain yang tidak rusak. Lalu untuk menghiasi kaleng tersebut agar lebih cantik dan enak dipandang gunakan kain yang warnanya mencolok, misalnya pink, hijau maupun kuning.

”Bisa dipadukan dengan kombinasi warna lain, untuk membuat tampilan semakin cantik bisa juga ditambah dengan beberapa suvenir tambahan, misalnya mata ikan, kain pita maupun pernak-pernik yang cantik,” jelas dia memerinci.

Meskipun usahanya masih seumur jagung, namun ternyata cukup diminati. Sekarang ini dia belum berani memproduksi dalam jumlah banyak. karena terkendala bahan berupa kaleng bekas.

”Untuk pemasaran masih saya titipkan di toko toko terdekat, harganya juga belum berani saya tinggikan, ini saya jual Rp 3 ribu untuk satu tempat pensil,” tandasnya.

Namun keuntungan yang didapat cukup lumayan, dari hasil penjualannya itu dia bisa menambah untuk kebutuhan sehari-hari mulai memberi uang saku anak, hingga bayar listrik. ”Alhamdulilah lumayan, karena ini selain hobi juga untuk mengisi waktu luang,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia