Kamis, 21 Feb 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Tolak Tambang Pasir, Warga Ngepeh Segera Kirim Surat ke DPRD Jombang

08 Februari 2019, 17: 47: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas tambang pasir di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, yang terpantau dari kejauhan.

Aktivitas tambang pasir di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, yang terpantau dari kejauhan. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Warga Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, tetap menolak aktivitas tambang pasir di daerahnya. Meski sempat dua hari usai penindakan dari petugas, namun kemarin kembali beroperasi.

”Empat hari yang lalu memang ada penindakan, namun dua hari setelahnya kembali beroperasi,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya. Ditambahkannya, dirinya juga heran, kenapa pengusaha galian tersebut  berani  operasi padahal sudah dilakukan penindakan.

”Ini yang saya heran, kenapa masih beroperasi. Apakah memang tindakan dianggap angin lalu atau seperti apa,” katanya. Padahal, adanya aktivitas galian tersebut berdampak pada area persawahan. Karena adanya sedotan pasir tersebut, air menjadi tidak bisa lancar.

”Pengalaman yang dulu irigasi sampai patah karena ada aktivitas galian. Sehingga, petani kesulitan untuk mencari air untuk irigasi,” tuturnya. Dirinya berharap, tidak ada aktivitas tambang pasir di daerahnya. Sehingga, para petani juga tidak resah dan kesulitan untuk mencari air.

”Apabila memang masih beroperasi kami juga akan menggelar aksi demo,” celetuk salah satu warga lainnya. Ini dikarenakan, dirinya juga menolah   aktivitas sedot pasir yang bisa merusak lingkungan di dusunnya.

Diakuinya, dirinya juga akan mengirimkan surat kepada DPRD, agar para wakil rakyat tersebut turut membantu dan bisa menjembatani kepada Pemerintah dan penegak hukum untuk mengentikan aktivitas tambang pasir tersebut. ”Kami juga berencana akan ke DPRD untuk mengirim surat aduan,” pungkasnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Rejoagung Ahmad Hasani mengakui, beberapa hari yang lalu memang ada penindakan. Hanya saja, saat ini masih beroperasi lagi. ”Memang kemarin sudah diangkut semua, tapi kayaknya saat ini masih beroperasi lagi,” pungkasnya singkat. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia