Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Populasi Hama Tikus Meningkat, Wilayah Kesamben dan Tembelang Siaga

07 Februari 2019, 09: 15: 51 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Petani membasmi hama tikus dengan menggunakan tabung gas elpiji. (lustrasi)

Petani membasmi hama tikus dengan menggunakan tabung gas elpiji. (lustrasi) (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

 JOMBANG - Dinas Pertanian Jombang mengakui saat ini populasi tikus meningkat. Bahkan, serangan hama tikus paling parah terjadi di Kecamatan Kesamben dan Tembelang. Untuk itu, para petani tetap diimbau agar lebih waspada menjaga tamana padi.

“Sejak awal musim penghujan, memang ditengarai populasi tikus semakin meningkat,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Hadi Purwanto, kemarin (6/2). Ia tak mengelak bila saat ini hama yang patut diwaspadai adalah tikus seiring dengan datangnya musim penghujan. 

Ia menambahkan, serangan tikus di Kecamatan Plandaan justru hanya ada beberapa titik. Berbeda dengan serangan hama tikus yang terjadi di Kecamatan Kesamben dan Tembelang.

Hanya saja, ia tidak mengetahui persis luas sawah yang terdampak hama tikus di dua kecamatan tersebut. “Kalau luasannya saya tidak hafal, tapi yang terbanyak di Kecamatan Kesamben dan Tembelang,” ungkapnya.

Terkait serangan hama tikus, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada petani sebelum musim tanam tiba. Hal itu sebagai langkah antisipasi dan pengendalian hama tikus.

“Bisa dengan melakukan gropyokan atau meracuni tikus,” kata Hadi enteng. Dinas pertanian juga sudah menyediakan racun tikus, belerang dan lain sebagainya yang bisa digunakan untuk memberantas tikus. 

Dia juga mengklaim jika sudah melakukan pengendalian apabila diminta petani. “Kan yang dibina juga banyak, diharapkan petani bisa mandiri,” tuturnya. Bahkan, disebutnya sudah ada pengendalian bersana di Kecamatan Plandaan sebelum melakukan tanam. 

Pengendalian itu untuk pendorong para petani agar lebih aktif mengantisipasi hama di daerah masing-masing. “Memang diharapkan petani bisa mandiri untuk mengatasi tingginya populasi tikus,” pungkas Hadi. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia