Kamis, 21 Feb 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Satpol PP Temukan Video Porno dari HP Pelajar yang Terjaring Razia

07 Februari 2019, 09: 04: 24 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sejumlah pelajar yang terjaring razia diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Jombang.

Sejumlah pelajar yang terjaring razia diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Jombang. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Razia yang dilakukan Satpol PP Jombang kepada pelajar yang membolos di jam sekolah, kemarin  (6/2) berhasil mengamankan belasan siswa. Ironisnya, dalam razia bersama itu ditemukan video porno pada ponsel salah satu siswa.

“Tadi yang kita temukan ada di tiga warung, satu di Parimono, Kaliwungu dan di belakang lapas. Tempat-tempat itu yang sudah kita survei sebelumnya dan memang jadi langganan siswa bolos,” terang Kabid Tibum SDA Satpol PP Jombang, Ali Arifin, usai kegiatan.

Ia menyebut, razia dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan menyisir beberapa lokasi yang jadi langganan siswa membolos. Warung-warung tersembunyi yang biasanya jadi tempat nongkrong. Dalam razia tersebut, sedikitnya 17 pelajar dari 6 sekolah berhasil dijaring. Semua kedapatan tengah bersantai dan nongkrong di warung. 

“17 anak yang terjaring dari 6 sekolah itu 4 SMA dan 2 MTs,” lanjutnya. Sejumlah pelajar yang terjaring langsung digiring masuk ke mobil petugas dan diamankan di Satpol PP.

Usai didata, petugas juga menggeledah isi tas mereka. Hasilnya, beberapa siswa ditemukan menyimpan rokok di dalam tas. Bahkan, tas milik dua siswa, diketahui ada handphone  yang kedapatan menyimpan video porno.

“Kita sangat prihatin dengan kejadian ini. Selain rokok di tiga tas siswa, ada dua siswa juga yang kedapatan menyimpan video mesum,” sambung Ali. Kepada seluruh siswa yang terjaring razia akan ditindaklanjuti dengan memanggil masing-masing kepala sekolah, agar menjemput dan memberi pembinaan lebih lanjut. 

Khusus kepada lima siswa yang ditemukan rokok hingga video porno di dalam tas, Ali menyebut ditangani berbeda. “Selain kepala sekolah, untuk lima anak ini kami tindak khusus. Orang tua masing-masing kita panggil untuk pembinaan,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia