Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Hobi Ekstrim Rudi Hidayatulloh Asal Watugaluh Pelihara Ular King Kobra

06 Februari 2019, 08: 27: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Rudi Hidayatulloh saat membersihkan kandang ularnya kemarin.

Rudi Hidayatulloh saat membersihkan kandang ularnya kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Meski pernah digigit ular kobra dua kali, kecintaan Rudi Hidayatulloh memelihara ular tak pernah surut. Mulai dari ular jenis king kobra, kobra, dan hewan reptil lainnya seperti biawak juga menjadi penghuni rumahnya.

Pemuda asal Dusun Jasem, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek ini memelihara ular dengan kandang berbentuk kotak. Kotak itu terdapat lubang kecil di bagian tutup dan sampingnya yang berfungsi sebagai pintu masuknya udara.

Satu kotak terdiri dari beberapa ular kobra. ”Sejak kecil saya suka dengan reptil,” ujar dia kemarin. Khusus untuk perawatan ular kobra tidak memerlukan tempat khusus, cukup dimasukan dalam kandang berukuran sekitar 60 x 40 cm ular pun nyaman di sana. Asalkan, di kotak itu diberikan tempat minum dan kandangnya selalu bersih.

”Karena di habitatnya, ular kan masuk ke lubang yang sempit, jadi meskipun dimasukan di box tidak apa apa,” jelasnya. Setiap ular kobra, diberi makan dua minggu sekali. Makanannya juga bermacam-macam, tapi yang paling disukai ular adalah tikus putih.

”Kalau kobra bisa diberi makan katak, tikus, ular kecil maupun anak ayam. yang penting tidak boleh telat,” jelas dia. Memelihara kobra tidak hanya sekedar hobi, dia sering menggunakan ular maupun hewan peliharaannya untuk edukasi ke masyarakat.

”Kita sering melakukan edukasi juga ke masyarakat, kita ajarkan bagaimana cara perlakuan terhadap hewan seperti ular ketika masuk kerumah,” papar dia. 

Ular kobra tergolong dalam deretan hewan berbahaya dan mematikan. Paling fatal, satu gigitan kobra mampu membuat manusia kehilangan nyawa dalam beberapa jam.

Rudi sangat paham betul hal itu, sehingga selama ini dia selalu berhati-hati ketika memilihara ular tersebut. ”Saya pernah digigit dua kali. Namun beruntung saat itu kadar bisa dalam gigitan tidak banyak, hanya sedikit,” jelas dia. 

Dia menceritakan, beberapa jam setelah digigit dia merasakan pusing, muntah-muntah hingga demam tinggi. ”Alhamdulah tidak parah. karena waktu itu bisa nya tidak banyak,” papar dia. 

Dia menjelaskan, ular kobra paling sensitif dengan sentuhan. Saat musim kawin misalnya, harus berhati hati jika tidak ingin dipatuk. Bahkan, kobra bisa langsung menyemburkan bisa hingga jarak dua meter.

”Usia dewasa sebuah kobra ketika umurnya dua tahun. Kalau milik saya yang dirumah kebetulan ada tiga ekor, yang dua ekor dua dua tahun dan satu ekor umurnya setahun setengah,” papar dia. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia