alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Kunjungi RSUD, Wabup Jombang Temukan Pasien DBD Terawat di Lorong

05 Februari 2019, 15: 36: 52 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wabup Sumrambah melakukan pantauan terhadap pasien DBD di RSUD Jombang kemarin.

Wabup Sumrambah melakukan pantauan terhadap pasien DBD di RSUD Jombang kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Wakil Bupati Jombang Sumrambah  melakukan mendatangi pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Jombang, kemarin (4/1). Wabup juga menyaksikan masih ada beberapa pasien yang dirawat di lorong Ruang Seruni karena kondisi ruangan sudah penuh.

Wabup datang sekitar pukul 08.00, usai turun dari kendaraan dia langsung berjalan menuju Ruang Seruni di RSUD untuk memantau kondisi pasien khususnya anak anak yang sedang menjalani perawatan intensif.

Wabup kemudian bertanya-tanya tentang jumlah pasien DBD di RSUD per hari kemarin. Lalu, seorang dokter menjawab saat ini ada sembilan pasien yang dirawat, sedangkan lainnya masih suspect DBD. 

Wabup juga menjenguk pasien anak-anak yang menjalani perawatan intensif, dia juga memberikan motivasi agar anak-anak tetap semangat agar segera sembuh dan bisa melanjutkan sekolah lagi.

Usai menjenguk para pasien di Ruang Seruni, Wabup lalu dikejutkan dengan beberapa pasien yang dirawat di luar ruangan alias lorong. Setidaknya, ada dua pasien anak-anak yang dirawat. 

Dari hasil kunjungannya, Wabup Sumrambah menyampaikan jika kebanyakan pasien yang dirawat belum  positif DBD. Sebagian besar pasien  masih suspect (gejala).

”Dari apa yang kita lihat, yang sudah positif sekitar 10 sampai 15 persen. Mungkin kebanyakan masyarakat saat tahu, anak mereka menderita panas langsung menjustifikasi kena DBD. Padahal, perlu dilakukan diagnosa oleh dokter lebih lanjut,” ujar dia. 

Dari mewabahnya kasus DBD di Jombang, pihaknya sudah melakukan upaya termasuk meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pelacakan dan fogging di masing masing wilayah baik yang sudah terdampak maupun belum terdampak.

”Kita juga terus melakukan upaya-upaya preventif, kita gerakan semua kepala desa untuk melakukan pemberantasan jentik nyamuk, karena pada dasarnya kita tidak hanya mengandalkan fogging, yang paling penting adalah memberantas nyamuk dari sumbernya,” terangnya alumnus Universitas Brawijaya ini.

Ditanya soal kondisi ruangan di RSUD yang sudah tidak muat untuk menampung pasien, Wabup mengatakan tahun ini pemkab akan menambah ruangan baru di sisi selatan ruangan Seruni.

Ruangan baru itu direncanakan bisa menampung 60 pasien lebih. ”Soal itu kita tahun ini akan ada penambahan ruangan, nanti Insyaallah bisa menampung 60 pasien,” beber dia. 

Sayang wabup belum bisa menjelaskan secara rinci, berapa total penderita pasien DBD per 4 Februari. Dia menjawab akan melakukan konfirmasi ke Dinas Kesehatan terlebih dahulu. ”Justru itu kita mau konfirm ke Dinkes Jombang dulu,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia