Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Cor Berlubang, Jalan Rp 46 Miliar Kementerian PUPR Ditambal Aspal

03 Februari 2019, 17: 29: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Lubang jalan nasional yang hanya ditambal menggunakan aspal

Lubang jalan nasional yang hanya ditambal menggunakan aspal (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Usai muncul kerusakan cukup parah di beberapa titik, pembenahan proyek beton jalan nasional milik Kementerian PUPR di Peterongan, mulai dilakukan. Sayangnya, pembenahan ini hanya dilakukan seadanya dengan penutupan aspal.

Seperti yang terpantau di seberang Pasar Peterongan, cor yang sebelumnya berlubang cukup dalam hingga 5 centimeter. Selain lubang, kondisi cor di titik ini sebelumnya juga mengalami keretakan cukup parah hingga nyaris terputus. Kemarin, lubang-lubang itu nampak ditutup. Tumpukan aspal terlihat merata di beberapa lubang jalan.

“Sudah seminggu terakhir ini mulai ditambal yang rusak-rusak kemarin, tapi ya begitu, cuma pakai aspal dingin yang ditempelkan saja di cor berlubang,” ucap Mahmudi, salah satu warga di lokasi. Kondisi inipun dikeluhkan warga. Selain  dilakukan asal-asalan, penambalan dengan cara seperti itu sudah pernah dilalukan sebelumnya.

Namun hasilnya tetap tak efektif, dan aspal tak mampu bertahan lama. “Ini sudah beberapa kali, dulu lubangnya kecil terus ditutup aspal, tapi nggak sampai sebulan aspal hilang, malah lubangnya makin besar. Lha ini diulangi lagi,” lanjut dia.

Warga berharap, penambalan dilakukan dengan lebih serius. Terlebih kerusakan juga terus bertambah. “Kalau cuma ditambal-tambal terus, tapi balik lagi juga eman. Harusnya dicor ulang biar benar-benar kuat,” pungkasnya.

Sebelumnya, kondisi proyek pengerjaan jalan nasional milik Kementrian PUPR di Peterongan jadi rasan-rasan warga. Ini setelah ada temuan kerusakan. Cor mengalami keretakan sangat parah, membentuk setengah lingkaran, dan lebar retakan mencakup dua kotak cor.

Tak sekadar retak, pinggiran retakan juga menimbulkan lubang dengan kedalaman hingga lebih dari 5 centimeter. Selain retakan, lubang lain juga bisa dilihat dengan jelas.

Biasanya, terbentuk dari sambungan cor yang tergerus. Dalam 100 meter jalan saja, terhitung lebih dari 20 lubang yang diameternya hingga 50 centimeter dengan kedalaman lebih dari 10 centimeter.

Padahal, proyek ini milik Kementrian PUPR yang dilaksanakan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan II Surabaya. Menggunakan dana APBN 2018, proyek ini dilaksanakan Rp 46 miliar dari pagu anggaran Rp 66 miliar. Pelaksana PT Timbul Persada dan baru rampung dikerjakan Desember 2018. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia