Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Tergenang Air, Underpass Tol Trans Jawa di Kesamben Tak Bisa Digunakan

03 Februari 2019, 16: 59: 45 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi underpass di wilayah Kesamben yang selalu tergenang air

Kondisi underpass di wilayah Kesamben yang selalu tergenang air (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Kondisi jalan terowongan di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang sampai sekarang tak berubah, tetap dipenuhi air. Apalagi ketika musim penghujan, terowongan itu tak seperti jalan, justru seperti saluran.

Menjadi salah satu akses warga setempat, terowongan yang berada di bawah jalan tol Jombang-Mojokerto di Dusun Kedungbetik biasanya digunakan bagi pejalan kaki maupun pesepeda. Maklum, jalan terowongan merupakan salah satu pilihan selain overpass yang sudah disediakan.

“Kalau lewat overpass harus naik, sementara terowongan kan enak. Lewatnya tidak susah,” kata Karsiman salah seorang warga kemarin (2/1). Namun kini, kondisi terowongan dipenuhi air. Hal ini membuat warga yang berjalan kaki maupun naik sepeda mengurungkan niatnya untuk melintas di jalan tersebut.

Sebab, tinggi air hingga di atas lutut orang dewasa sangat menyulitkan. “Terutama anak sekolah, sudah nggak bisa lewat situ. Kalau pun nekat ya harus copot sepatu,” imbuh dia.

Dikatakan, kondisi terowongan di dusun itu terlihat sejak  dibangun hingga sekarang masih belum optimal. Penyebabnya, air selalu menumpuk mulai bagian luar hingga dalam terowongan. Meski sudah pernah diperbaiki, kondisinya tak berubah. “Apalagi sekarang musim hujan, airnya tidak pernah surut,” papar dia.

Menurut Karsiman, di terowongan itu baik samping kanan dan kiri sudah dibuatkan pembuang, tapi belum berfungsi maksimal. “Soalnya posisinya berada di atas, lalu tengahnya sekarang sudah ditutup. Jadi kalau sudah ada air tidak bisa jalan mandek disitu,” bebernya.

Saking lamanya air menggenangi terowongan itu nampak lumut berkembang di dalam terowongan. Sehingga terowongan tersebut jarang digunakan warga.

“Dulu itu sudah pernah dikuras pakai pompa, ternyata setelah hujan masih tetap tidak mau surut. Pernah sepeda motor lewat, di tengah-tengah malah mogok,” pungkas dia.

Dikonfirmasi terpisah Kades Kedungbetik, Umar Fauzi tak menampik kondisi terowongan tersebut. “Sampai sekarang masih tetap jalan, terowongan hancur,” tambahnya.

Dalam analisanya, air yang tidak kunjung surut itu lantaran pembuang tidak berfungsi maksimal. “Dulu sudah pernah diperbaiki, kanan kiri sudah ditutup, lalu dibuatkan pembuang, ternyata tidak fungsi,” imbuhnya.

Ini setelah kondisi terowongan dinilainya terlalu rendah. Sehingga ketika ada air sedikit, maka tak bisa keluar. “Justru jadi tempat air numpuk,” sambung Fauzi.

Meski begitu, sudah ada tinjauan ke lokasi dari pihak tol. Dia sendiri belum mengetahui sejauhmana langkah yang akan dilakukan.”Kemarin baru saja disurvei lagi, semua dicek termasuk yang rusak-rusak,” pungkas dia. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia