Rabu, 22 May 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Jadi Pengedar Pil Koplo, Pemuda Desa Tapen dan Plemahan Dibekuk

02 Februari 2019, 14: 32: 47 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tersangka di Mapolsek Kudu

Tersangka di Mapolsek Kudu (Istimewa)

JOMBANG – Polsek Kudu kembali ungkap jaringan peredaran pil koplo. Kali ini yang berhasil ditangkap Muhammad Aminuddin, 25, pemuda asal Dusun Tapen Lor, Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Penangkapan dilakukan Kamis (31/1) malam sekira pukul 20.15 WIB di sekitar SPBU Menturus.

“Tempat itu seperti dianggap strategis bagi para pengecer pil koplo di wilayah Kudu. Untuk kesekian kalinya petugas melakukan penangkapan disana,” kata Kapolsek Kudu AKP Anang Nurwahyudi, kemarin (1/2). Dari tangan pelaku, petugas mengamankan 10 butir pil koplo. Menurutnya, jumlah pil koplo yang disita sedikit karena sebagian besar pil sudah dijual pelaku ke pengecer lain.

“Pelaku mengaku memiliki jaringan pengecer yang cukup banyak. Anggota akan melakukan pengembangan, dalam waktu dekat pengecer lain akan kami tangkap juga. Saat ini pelaku masih di Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Anang.

Tersangka di Mapolsek Kudu

Tersangka di Mapolsek Kudu (Istimewa)

Sementara  di Kecamatan Diwek, aparat juga menangkap  pengedar pil koplo Adam Ichsani, 27, warga RT 02/ RW 05 Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Penangkapan dilakukan Jumat (1/2) dini hari. Dari tangan pelaku, petugas menyita ratusan butir pil koplo siap edar yang dikemas dalam plastik klip.

“Pelaku masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan kasusnya,” kata Kapolsek Diwek, AKP Bambang SB melalui Kasubbag Humas Polres Jombang AKP Hariyono. Penangkapan terhadap Adam sendiri bermula dari diamankannya seorang pria mencurigakan bernama Andri di Dusun/Desa Cukir, Kecamatan Diwek. Saat digeledah, Andri kedapatan membawa 10 butir pil koplo dobel L.

“Kepada anggota, dia mengaku mendapatkan pil koplo dengan membeli dari Adam,” lanjutnya. Berangkat dari keterangan Andri, polisi langsung melakukan pengembangan. Setelah berhasil mengantongi alamat Adam, polisi bergerak melakukan penangkapan. Meski sempat mengelak, Adam tidak berkutik ketika petugas menemukan barang bukti 340 butir pil koplo di sebuah tas.

“Juga diamankan 2 bungkus plastik klip kosong, uang tunai hasil penjualan Rp 40 ribu, 1 HP merek Samsung dan tas coklat. Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku dua kali menjual pil kepada Andri,” pungkasnya. Perbuatan Adam dan Aminudin diancam Pasal 196 Undang-undang RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia