Minggu, 19 May 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Dusun di Jombang Ini Bernama Memek, Jadi Viral karena Salah Pelafalan

30 Januari 2019, 13: 50: 27 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Gapura menuju permukiman Dusun Memek

Gapura menuju permukiman Dusun Memek (Mardiansyah Triraharjo/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Ada banyak kampung dengan nama aneh di Kabupaten Jombang. Mulai Dusun Bogem di Kecamatan Diwek, Dusun Pacar Peluk di Kecamatan Megaluh, dan masih ada yang lain lagi.

Namun ada satu kampung dengan nama nyeleneh sekaligus menggelitik akhir-akhir ini yang viral di media sosial. Kampung itu adalah Dusun Memek, Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh.

“Namanya memang Memek, tapi artinya bukan alat kelamin wanita lho,” ungkap Kepala Desa Tanjungwadung Supono, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ya, di desa tersebut memang terdapat sebuah kampung dengan nama Dusun Memek. Pihak pemerintah desa sendiri tak tahu apa arti dari kata Memek tersebut. Mereka juga tak tahu latar belakang sejarah apa sehingga dusun itu bernama Memek.

Bukti-bukti fisik seperti dokumen pemerintahan yang menjelaskan arti kata Memek juga tidak terdapat satupun di balai desa. Tak ada pula benda arkeologi atau peninggalan sejarah yang berhubungan dengan nama Dusun Memek. Ia menyebut, nama Dusun Memek populer karena terjadi kesalahan pengucapan dari pembaca kata tersebut.

“Sebenarnya huruf e dari nama dusun itu, pengucapannya sama seperti kata jelas atau pernah. Bukan huruf e seperti dalam kata bebek, becek, dan lainnya,” lanjutnya.

Namun yang terjadi, pengucapan nama Dusun Memek sebagian besar menyalahi prinsip ejaan yang disempurnakan (EYD). Huruf e dalam kata Dusun Memek, dibaca sebagai e (tajam). Padahal semestinya dibaca sebagai e (lemah). Dalam ilmu Bahasa Indonesia, kata-kata yang memiliki ejaan sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda disebut homograf.

Hal ini diakui Supono sebagai penyebab mengapa nama Dusun Memek begitu populer di masyarakat. Sebab terjadi kesalahan pengucapan kata. Dusun Memek juga diakui Supono telah viral di  media sosial. “Banyak orang dari luar desa bahkan luar daerah yang sering datang ke Tanjungwadung, dan bertanya mengenai nama Dusun Memek,” imbuhnya.

Pengendara yang melintasi wilayah Desa Tanjungwadung, juga sering berhenti di depan gapura masuk Dusun Memek untuk berfoto. Supono mengatakan, warga desa yang hidup di era sekarang tidak tahu awal mula dipilihnya nama Memek.

Sebab tak ada cerita yang diwariskan secara turun temurun, dari orang tua atau tokoh pendahulu desa. “Dulu ada banyak sesepuh yang kemungkinan besar tahu sejarah desa dan dusun-dusun di Tanjungwadung. Tapi sudah meninggal semua,” pungkasnya. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia