Jumat, 18 Oct 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Ternyata Ada di Jombang, Peternak Ayam Hias Jenis American Silky

29 Januari 2019, 10: 38: 02 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Purwanto, warga Dusun Wersah, Desa Kesamben, Kecamatan Jombang, peternak ayam jenis American Silky

Purwanto, warga Dusun Wersah, Desa Kesamben, Kecamatan Jombang, peternak ayam jenis American Silky (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Masih cukup jarang dijumpai di wilayah Kabupaten Jombang, peternak ayam jenis American Silky atau yang biasa disebut ayam hias. Perawatan ayam hias hampir sama dengan ayam pada umumnya. Namun karena masih jarang, harganya menjadi sangat mahal.

Purwanto, warga Dusun Wersah, Desa Kesamben, Kecamatan Jombang, adalah salah satu peternak ayam jenis ini. Ayam yang dipeliharanya memiliki bulu lembut, tak heran warga sering menjuluki ayam bulu kapas.

Di kandang berukuran 12x3 meter, Purwanto mengembangbiakkan ayam hias American Silky tersebut. Perawatan ayam tersebut tidak jauh berbeda dengan ayam-ayam biasanya. Namun membutuhkan kandang yang selalu bersih agar ayam bisa selalu sehat.

”Untuk perawatan tidak terlalu sulit, untuk kandang dan makanan harus selalu bersih,” ujar pria berusia 30 tahun tersebut. Untuk makanan,  juga hampir sama dengan makanan ayam biasanya, hanya saja memang memang butuh tambahan sayur-sayuran seperti sawi hijau.

”Kalau makanan  biasanya saya tambah dengan sawi hijau, agar berserat jadi ayam juga sehat dan mudah bertelur,” ungkapnya. Awal mula dirinya mulai beternak ayam bulu kapan itu sekitar awal 2018. Diceritakannya  Pada tahun 2016, dirinya peternak burung dara hias, dan kemudian bertemu dengan pencinta hewan hias di Ngawi, yang merupakan peternak ayam bulu kapas.

”Waktu itu saya tertarik ingin belajar, hingga dua tahun saya belajar dan mulai beternak pada awal tahun 2018,” tuturnya. Pada waktu belajar untuk berternak, dirinya cukup mendapat kesulitan. Karena, dirinya sangat sulit mendapatkan indukan ayam american silky tersebut. Seringkali, dirinya tertipu saat membeli.

”Saya dulunya beli melalui medsos, sangat sulit mencari banyak yang menipu,” ungkapnya. Bahkan, dirinya harus mengelurakan uang sampai Rp 60 juta untuk membeli ayam-ayam tersebut. Alhasil dirinya bisa mendapatkan sepasang ayam tersebut dan membeli telur untuk ditetaskan sendiri.

”Saya sampai habis puluhan juta karena ketipu juga, beli langsung mati. Akhirnya saya mendapat indukan yang bagus,” katanya. Seiring waktu berjalan, ayam Purwanto semakin banyak, bahkan saat ini dirinya mempunyai sembilan pasang indukan, yang setiap dua hari sekali menghasilkan 10 butir telur.

”Namanya juga berurusan dengan nyawa, kadang bisa menetas semua kadang ya tidak. Tapi kebanyakan memang menetas semua,” imbuhnya. Untuk harga ayam american silky ini terbilang cukup fantastis, bahkan pada usia dua minggu saja harga satu ayam ini mencapai Rp 500 ribu.

”Untuk satu bulan saya jualnya sampai Rp 800 ribu per ekor,” bebernya. Saat ini, dirinya hanya menjual memalui media sosial. Meski begitu, hasil ternak ayamnya cukup dikenal bahkan pembeli kebanyakan dari luar kota  hingga luar pulau, seperti  Kalimantan, dan Bali. ”Memang untuk di Jombang sendiri agak sulit karena harganya cukup mahal,” pungkas bapak dua anak tersebut. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia