Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Pemkab Jombang Usulkan Bantuan untuk Petani Korban Banjir ke Pemprov

29 Januari 2019, 10: 13: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu petani menunjukkan bibit padi yang mati akibat tergenang air selama beberapa hari

Salah satu petani menunjukkan bibit padi yang mati akibat tergenang air selama beberapa hari (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Meluasnya dampak banjir yang merendam ratusan hektare sawah di Kecamatan Kesamben ditanggapi dingin dinas terkait. Dinas Pertanian Jombang mengaku hanya mengupayakan adanya bantuan dengan berupaya mengusulkannya ke pemerintah provinsi hingga pusat. Meski hasilnya tak bisa dipastikan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Hadi Purwantoro saat dihubungi Jawa Pos Radar Jombang (28/1). Menurut Hadi, proses pendataan seluruh sawah yang terdampak telah rampung dilakukan, meski saat ditanya data pastinya ia mengaku masih belum mendapat salinan data lengkap.

“Sudah, untuk pendataan sudah, kondisinya hampir sama. Kecamatan Kesamben tetap yang paling parah terdampak genangan air ini di sawah. Tapi untuk luasannya ini saya belum dapat kopiannya,” terangnya.

Hingga kini, Hadi menyebut sejumlah genangan itu memang sudah mulai menyusut, seiring intensitas hujan yang juga sudah mulai turun. Namun, kondisi sawah yang rusak setelah direndam air selama beberapa hari memang tak terhindarkan.

“Ya sudah surut kalau kondisinya, tidak seperti seminggu lalu memang, air sudah berkurang, tapi sawah ya seperti prediksi sudah rusak pasti tanamannya,” lanjutnya.

Ditanya soal penanganan yang bakal dilakukan, Hadi hanya menjawab akan diajukan usulan bantuan berupa bibit dan kebutuhan yang lain untuk petani terdampak. Kendatai tak merinci jelas bantuan apa yang dimaksud, usulan ini nantinya bakal dikirim ke pemerintah provinsi hingga kementerian.

“Yang kita bisa ya cuma mengusulkan, untuk nanti diterima dan diberikan atau tidak kita tidak bisa memastikan, yang jelas untuk usulan memang akan kita kirim ke provinsi, pusat juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, banjir yang melanda persawahan di Kecamatan Kesamben hingga (25/1) terus bertambah. Data yang diperoleh pihak kecamatan total ada 151 hektare yang terendam banjir. Seluruhnya sudah terdapat tanaman.

Thomson Pranggono Camat Kesamben menyebutkan, data yang dia kantongi dari 151 hektare menyebar di 10 desa. Masing-masing Desa Pojokrejo, Desa Jatiduwur, Kedungmlati, Podoroto, Jombatan, Kedungbetik, Kesamben, dan Watudakon, serta Carangrejo dan Desa Jombok. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia