Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Janji Nikahi Pacar Tak Dipenuhi, Remaja Asal Jombang Ditangkap Polisi

27 Januari 2019, 18: 08: 16 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi persetubuhan

Ilustrasi persetubuhan (Istimewa)

JOMBANG – KW, 19, remaja asal Jombang harus berurusan dengan pihak berwajib. Ia dilaporkan atas kasus persetubuhan terhadap pacarnya HD, 19, remaja asal Peterongan hingga hamil. Kini, kasusnya ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang.

”Terhadap pelaku sudah diamankan, masih kita lakukan pemeriksaan intensif,” beber Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu (25/1) kemarin.

Dijelaskan, persetubuhan yang menimpa korban terjadi sejak 2017 lalu. Saat itu keduanya masih sama-sama berstatus pelajar SMA di Jombang. Hubungan keduanya makin dekat ketika sama-sama mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. Dari kegiatan itu kemudian mereka menjalin hubungan asmara alias berpacaran.

Hubungan yang kian lengket, membuat keduanya sering keluar bareng. Hingga pada suatu kesempatan, pelaku mengajak korban singgah di rumahnya. ”Kebetulan rumah pelaku sedang sepi, tidak ada orang,” bebernya.

Entah pikiran apa yang merasuki pikiran pelaku, mulai berani merayu korban agar mau diajak berhubungan laiknya suami istri. Karena takut hamil, awalnya korban menolak ajakan tersebut. Namun KW tak menyerah, Ia terus berusaha meyakinkan korban agar mau diajak berhubungan dan berjanji akan dinikahi.

”Dengan dijanjikan, kalau sampai hamil, pelaku siap menikahi,” jelas Pratas. Hingga akhirnya, korban akhirnya menuruti keinginan sang pacar. ”Maka terjadilah persetubuhan itu,” urainya. Setelah puas melampiaskan nafsunya, pelaku mengantarkan korban pulang. Tak berhenti disitu, setelah perbuatan pertama berhasil, KW semakin menjadi-jadi.

Keduanya seringkali mengulangi perbuatannya. Tidak hanya di rumah pelaku, keduanya bahkan pernah melakukan hubungan intim di rumah korban. Bahkan hingga korban diketahui berbadan dua. ”Ternyata korban hamil mengandung anak KW. Saat itu keduanya masih duduk di bangku sekolah akhir, hampir lulus,” imbuhnya.

Meski di awal ulah keduanya tak diketahui orang tua. Namun lama-lama, orang tua HD mulai curiga dengan gerak gerik aneh putrinya. Hingga setelah didesak, HD pun akhirnya menceritakan hubungannya dengan pelaku.

”Akhirnya waktu itu sepakat keduanya dinikahkan siri dulu, baru setelah lulus nikah resmi,” bebernya. Setelah keduanya lulus sekolah, HD pun menagih janji manis kekasihnya untuk segera dinikahi. Bukannya bertanggungjawab, justru pelaku seolah menghindar. ”Berlarut-larut sampai korban melahirkan anaknya,” bebernya.

Tak terima dengan perlakuan pelaku, keluarga korban kemudian melapor ke polisi. Setelah mendengar keterangan korban serta didukung alat bukti yang cukup, polisi segera bergerak melakukan penangkapan. ”Kita tangkap Rabu (23/1) kemarin di tempat kerjanya di Jombang,” jelas dia.

Sejumlah barang bukti yang diamankan petugas, diantaranya 1 setel seragam sekolah warna abu-abu, satu celana dalam dan BH. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 81 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. ”Ancamannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar,” pungkas Pratas. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia