alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Banjir Tiga Desa di Kecamatan Kesamben Hingga Hari Ketiga Belum Surut

25 Januari 2019, 15: 30: 11 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi salah satu ruas jalan lingkungan yang masih terendam air

Kondisi salah satu ruas jalan lingkungan yang masih terendam air (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ternyata tak saja merendam ratusan hektare sawah. Kawasan pemukiman hingga jalan poros kecamatan pun ikut terendam. Seperti yang terlihat di Dusun Beluk, Desa Jombok hingga kemarin siang.

Seperti yang terlihat di RT/RW 2 Dusun Beluk ini. Hingga kemarin, air masih   menggenangi ruas jalan setempat. Air setinggi 20-30 centimeter ini memenuhi badan jalan, bahkan titik terdalam tepat berada di dekat pertigaan dusun setempat. “Ini sudah agak surut mas, dari beberapa hari lalu,” ucap Muslimin, 60 warga setempat.

Muslimin menyebut, air yang kini masih menggenang di depan rumahnya itu memang air banjir yang sudah menggenang sejak tiga hari terakhir. Air mulanya datang Selasa (22/1) malam. Penyebabnya, saluran pembuang atau yang biasa disebut pematusan yang lokasinya di samping dusun ini kelebihan debit.

“Ya kan memang patusannya itu penuh, air dari barat saja nggak karuan banyaknya. Kalau datangnya waktu itu malam, air tiba-tiba saja meluber ke jalan ini, kemudian ke rumah” lanjutnya.

Bahkan Rabu (23/1) lalu, air sempat mencapai ketinggian sekitar 50 centimeter hingga meluap ke rumah warga. “Salah satunya rumah saya ini, hari Rabu kemarin air masuk, ini tadi untungnya sudah lumayan, jadi bisa mulai dibersihkan ini,” imbuhnya.

Akibat banjir ini, puluhan rumah warga di sekitar dusun tersebut dikepung air. Selain juga merendam jalan, air juga sempat merendam makam dusun setempat. Kegiatan warga disebutnya juga cukup terganggu dengan genangan air yang muncul ini.

“Ya sudah tiga hari, dbiarkan saja. Ini sangat mengganggu. Misalnya kalau ada yang sampai masuk rumah ini. Kalau yang di jalan kan juga jelas membuat arus lalu lintasnya tidak loancar, banyak antrean, apalagi ini jalan poros. Cuma memang sudah tiap tahunnya begini,” ungkapnya.

Warga pun berharap, ada upaya untuk kembali menormalisasi kondisi avur yang jadi penyebab banjir ini. Terlebih, hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda bakal berhenti juga jadi kekhawatioran tersendiri bagi warga. “Ya mungkin dengan mengeruk, ditambah kedalamannya. Soalnya kita juga khawatir, kalau hujan lagi bisa naik lagi ini airnya,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia