Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Sempit dan Harus Antre, Jembatan Bongkot Peterongan Dikeluhkan Warga

25 Januari 2019, 11: 01: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jembatan di Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan yang dikeluhkan warga karena sempit.

Kondisi jembatan di Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan yang dikeluhkan warga karena sempit. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Kondisi jembatan di Desa Bongkot Kecamatan Peterongan dikeluhkan warga sekitar. Selain sempit, jembatan ini juga disebut warga seringkali mengakibatkan antrean kendaraan di jam-jam sibuk.

Seperti yang terlihat di jembatan ini hingga kemarin, kondisi jembatan yang melintas di atas Sungai Ngotok Ring Kanal dan Sekunder Sentul ini masih belum berubah. Jembatan sepanjang lebih dari 50 meter ini masih terlihat sempit.

Ya, kondisi jembatan ini memang sangat menyedihkan. Jembatan yang cukup panjang namun  sempit ini, memang  tak nyaman dilintasi. Beberapa kendaraan bahkan harus mengantre setiap kali akan melintasi jembatan ini.

“Kalau sepeda motor memang papasan bisa, untuk mobil sudah tidak bisa harus antre, minggir dulu di ujung jembatan. Bahkan kalau sudah ada truk yang masuk, motor juga harus antre juga, tidak bisa dibuat simpangan,” terang Andi, 25 warga di lokasi.

Kondisi ini, sudah dirasakan warga puluhan tahun. Bahkan warga menyebut kepadatan dan antrean panjang kendaraan seringkali terjadi, khususnya di saat-saat tertentu. Misalnya ketika pagi dan sore hari.

“Jam-jam itu kan biasanya banyak mobil yang lewat sini, ya terpaksa harus antre, jadi kendaraannya kadang-kadang ya mengular. Walaupun tidak panjang kan ya cukup mengganggu juga, apalagi di kedua ujung jembatan ini kan dekat sama persimpangan juga,” sambungnya.

Karenanya warga berharap ada penambahan atau pembangunan baru untuk jembatan itu agar bisa lebih nyaman dilintasi. “Harapannya begitu, toh ini kan jalan poros juga, dari Peterongan kalau mau ke Kesamben paling cepat ya lewat sini. Dulu juga katanya mau ada pembangunan, kok ya nggak jadi itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, proyek Jembatan Bongkot termasuk dalam empat proyek yang gagal lelang pada 2018 lalu. Di tahun 2018, jembatan ini  direncanakan  dibangun dengan anggaran hingga Rp 5 miliar oleh Dinas PUPR Jombang.

Namun hingga akhir akhir tahun lalu, proyek ini dipastikan gagal dilaksanakan setelah tak ada penyedia jasa yang mau mengambil proyek ini meski telah mengalami retender. “Nilainya mencapai Rp 5 miliar. Sudah proses retender tapi tetap tidak ada penawar yang memenuhi syarat,” ucap Kepala ULP Supradigdo kepada Jawa Pos Radar Jombang, November 2018 lalu. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia