alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tak Ada Tindak Lanjut, Umpak Kuno di Desa Karangan Bareng Terlantar

22 Januari 2019, 15: 13: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Batu umpak yang diduga situs bersejarah di Dusun Jeruk, Desa Karangan, Kecamatan Bareng

Batu umpak yang diduga situs bersejarah di Dusun Jeruk, Desa Karangan, Kecamatan Bareng (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Belasan batu umpak yang diduga situs bersejarah di Dusun Jeruk, Desa Karangan, Kecamatan Bareng, hingga saat ini masih teronggok di pematang sawah. Pihak BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Timur di Trowulan belum melakukan tindakan.

Hadi Ali Koordinator juper (juru pelihara) situs di Jombang mengungkapkan, dia sebelumnya sudah melakukan komunikasi dengan BPCB. Namun, untuk sementara belum dilakukan penelitian. “Jadi yang di Bareng itu memang sampai sekarang belum diapa-apakan, sampai sekarang masih di sawah,” kata Hadi kemarin.

Dia yang juga pegawai BPCB Jawa Timur menyebut, informasi terakhir yang dia terima dari arkeolog untuk tindak lanjut masih menunggu.  “Kemarin itu sudah saya tanyakan ke kantor, sementara sabar saja. Jombang memang tidak ada tenaga ahli, dari arkeolognya begitu,” imbuh dia.

Dilihat dari segi fisik, umpak kuno tersebut mirip dengan umpak yang ada di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno. Namun yang membedakan ukuran dan bagian tengah umpak. “Ukurannya lebih kecil dari pada yang di Grobogan. Di Bareng sendiri di atasnya tidak bolong,” sambung Hadi.

Hasil pihaknya turun ke lapangan 2018 lalu, ada 20 umpak yang menyebar di areal sawah. Sebagian masih tertanam dan sebagian lagi berada di permukaan. “Jadi ada sekitar lima umpak yang masih terpendam. Selain di sana waktu kita telusuri di dekat Pasar Mojoduwur ternyata juga ada satu,” beber dia.

Selain umpak, kata Hadi, terdapat batu bata merah kuno berukuran besar berada tak jauh dari lokasi umpak. Namun, untuk saat ini masih terpendam. “Memang benar ada batu batanya, di sebelah timur. Tapi kita sendiri butuh kajian, jadi nunggu arkeolognya terlebih dahulu,” papar Hadi.

Sampai sekarang  belum ada keputusan  yang diambil BPCB Jatim. “Belum ada, umpaknya juga tidak ada yang kita bawa. Masih di sana semua,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada September lalu sejumlah benda yang diduga peninggalan kerajaan kuno, kembali ditemukan dalam kondisi tak terawat. Benda ini berbentuk belasan batu umpak yang ditemukan di Dusun Jeruk, Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Batu-batu ini sebenarnya dapat dilihat dengan jelas karena lokasinya berada tepat di samping jalan desa yang membelah Dusun Wiyu, Desa Pakel dengan Dusun Jeruk, Desa Karangan Kecamatan Bareng. Lokasi batu ini terletak di tengah sawah bekas tanaman tebu yang dibakar. Beberapa umpak lainnya ditemukan  tergeletak di sisi jalan raya.

Bentuk hingga ukiran batu terlihat sangat mencolok dan berbeda dengan bangunan lainnya. Berwarna hitam dan terbuat dari batuan andesit. Batu-batu berbentuk itu laiknya situs umpak di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno yang bermotif tumpal, khas peninggalan kerajaan kuno. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
Artikel Lainya