Selasa, 19 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Mahasiswa Umsida Asal Tulungagung Ditemukan Meninggal di Lokasi KKN

22 Januari 2019, 10: 24: 43 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Polisi melakukan olah TKP di kamar tempat mahasiswa tersebut meninggal.

Polisi melakukan olah TKP di kamar tempat mahasiswa tersebut meninggal. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG - Warga Dusun Jarak, Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto kemarin (21/1) pagi digegerkan dengan penemuan mayat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Tubuh tak bernyawa itu diketahui adalah Muhammad Litfifathul Hudah, 23, warga asal Dusun/Desa Sambiduplang, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.

Polisi yang melakukan olah TKP tidak menemukan tanda bekas penganiayaan di tubuh mahasiswa yang tengah KKN ini. Diduga korban meninggal lantaran mengidap penyakit akut.

“Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal. Tubuhnya terbujur kaku di atas ranjang dengan posisi kedua bola matanya terbuka lebar,” terang Kapolsek Jogoroto AKP Sumiyanto ditemui di kamar jenazah RSUD Jombang.

Keterangan di lokasi menyebut, sejak sepekan lalu, korban bersama tiga teman kampusnya,  Febriyan Harsetyi Putranto, 21, Bayu Putra Ardiansyah, 21, dan Irwantono, 22, kesemuanya berasal dari Kabupaten Sidoarjo tengah menjalani program kuliah kerja nyata (KKN) di Dusun Jarak, Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto.

Selama KKN, keempat mahasiswa ini  menempati rumah perangkat desa yang kosong. Selama beberapa hari tinggal di lingkungan warga, tidak ada kejadian yang aneh. ”Merekapun disambut hangat warga sekitar,” bebernya.

Hingga Sabtu (20/1) malam, seperti biasa, setelah capek beraktivitas seharian, empat mahasiswa semester enam ini tengah asyik bersama menikmati hiburan televisi di ruang tengah. ”Keterangan saksi, sampai dengan pukul 22.30 mereka masih asyik nonton TV bareng,” bebernya. Tak lama, korban pun berpamitan ke kamar untuk istirahat. ”Aku  ke kamar dulu, di sini udaranya dingin,” terang Sumiyanto mengutip keterangan saksi.

Tidak seperti biasa, ketiga teman korban merasa janggal dengan jam tidur korban lantaran setiap harinya korban rutin bangun lebih awal dan membangunkan teman-temannya saat subuh. ”Biasanya korban selalu bangun paling awal, bangunkan teman-temannya untuk salat subuh, tapi tadi (kemarin) sampai hampir pukul setengah delapan pagi, korban tidak juga bangun,” imbuhnya.

Curiga ada yang tidak beres, saksi Febriyan Harsetyi Putranto, 21, beranjak menuju kamar dimana korban tidur. Alangkah kaget korban menjumpai temannya sudah dalam posisi terbujur kaku di atas ranjang. ”Ternyata korban sudah meninggal, dengan posisi terlentang di atas kasur,” imbuhnya.

Kejadian tersebut segera dilaporkan ke perangkat desa dilanjutkan ke polisi. Tak lama, sejumlah gabungan anggota Polsek Jogoroto dan tim identifikasi Polres Jombang bersama dengan tenaga medis dari Puskesmas Jarak Kulon tiba di lokasi.

Petugas melakukan olah TKP dan memeriksa tubuh korban. ”Hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda bekas tindakan penganiayaan di tubuh korban. Dugaan awal penyebab kematiannya serangan penyakit akut,” imbuh Sumiyanto.

Hal ini juga lanjut Sumiyanto dikuatkan dengan keterangan dari pihak keluarga korban. ”Dari keterangan pihak keluarga, korban sejak kecil memang ada riwayat mengidap penyakit paru-paru. Beberapa kali sudah keluar masuk rumah sakit, terkadang juga sering kambuh,” imbuhnya.

Setelah proses olah TKP, jasad korban selanjutnya dibawa ke RSUD Jombang guna dilakukan visum. ”Kita juga sudah menghubungi pihak keluarga dan kampus, beberapa saksi masih kita mintai keterangan,” singkat Sumiyanto. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia