Selasa, 19 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Dompet Rejosalamet; Ada Sejak 1984, Dirintis Keluarga Kepala Desa

21 Januari 2019, 16: 00: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Industri rumahan yang memproduksi dompet di Dusun Grogolan, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno

Industri rumahan yang memproduksi dompet di Dusun Grogolan, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Industri rumahan yang memproduksi dompet di Kabupaten Jombang cukup banyak. Namun yang paling banyak ditemukan, adalah di Dusun Grogolan, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno.

Kawasan ini sudah lama dikenal sebagai sentra industri dompet dan tas. Maka tak heran ketika bertandang ke sana, banyak menjumpai rumah penduduk menjadi tempat produksi. Mulai dari depan hingga dalam rumah lebih banyak dijumpai aktivitas pembuatan dompet maupun tas.

Salah satunya milik Imam Ghozali. Dia mengaku sudah sejak puluhan tahun lalu menekuni usaha itu. “Saya sendiri ini mulai sekitar 1995-an,” kata dia kemarin (20/1).

Dia kemudian menceritakan, kerajinan dengan bahan dasar kain CCI (bahan menyerupai kulit asli) itu sudah ada sejak kisaran 1984. “Awalnya dulu itu keluarga Pak Kades yang mulai merintis. Waktu itu cuma keluarga mereka saja,” tutur dia.

Singkat cerita, seiring berjalannya waktu, industri itu kemudian berkembang pesat. Hingga pada 1992-1995 hampir seluruh warga dusun setempat menekuni kerajinan itu. “Jadi yang sekarang perajin dulu itu rata-rata pernah bekerja di sana. Kemudian mengembangkan sendiri,” imbuh Rojali sapaan akrabnya.

Rojali sendiri awalnya hanya pekerja. Lantas membuka usaha sendiri. Sekarang ada ratusan perajin yang menyebar. Itu pun mayoritas berada di Dusun Grogolan. “Sekarang itu jumlahnya satu dusun 100 orang lebih dari sekitar 300 KK. Rata-rata yang sekarang memang anak-anak muda,” sambung lelaki usia 39 tahun.

Menurut bapak satu anak ini, tidak ada perajin khusus yang mengerjakan dengan model tertentu. Hampir seluruh perajin mengerjakan dengan model yang hampir sama. 

Begitu pula dengan tas, ukuran dan modelnya juga rata-rata mengikuti tren. “Jadi semua tergantung keinginan yang buat. Pokoknya apa yang lagi tenar sekarang itu yang kita buat,” sambung Ketua KUB (Kelompok Usaha Bersama) Sumber Rejeki ini. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia