Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Ada Etalase Nasi Bungkus Gratis untuk Umum di Jalan Jayanegara Jombang

21 Januari 2019, 12: 04: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Makanan dalam bentuk nasi bungkus yang diletakkan dalam etalase, depan tempat usaha Dwi Puspasari, 45, warga Jalan Jayanegara, Jombang.

Makanan dalam bentuk nasi bungkus yang diletakkan dalam etalase, depan tempat usaha Dwi Puspasari, 45, warga Jalan Jayanegara, Jombang. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Gerakan menyediakan makan gratis mulai muncul di Kabupaten Jombang. Seperti yang terlihat di Jalan Jayanegara atau utara RSUD Jombang, pengendara akan menjumpai sebuah etalase dorong atau gerobak kaca bertuliskan ‘tempat makan dan minum gratis’.

Gerobak kaca tersebut dibuat Dwi Puspasari, 45, warga setempat. Ia mempunya ide membuat gerakan sedekah makan dan minum gratis. Makanan berupa nasi bungkus dan air mineral botol maupun kue, diletakkan di dalam etalase untuk diambil masyarakat secara gratis.

Tidak hanya memberikan makanan secara gratis, siapapun orang juga bisa meletakkan atau menyumbang nasi bungkus atau minuman di etalase tersebut. Agar orang yang melihat bisa langsung paham, Dwi menempalkan kertas di gerobak berukuran 2x1 meter itu dengan isi tulisan ‘siapapun boleh mengambil, siapapun boleh mengisi’.

Dwi mengatakan, ide membuat gerakan makanan dan minum gratis berawal dari pengalamannya saat berobat di salah satu rumah sakit di  Surabaya. Saat itu, istri dari Guntur Fajar Kartika ini mendapat fasilitas kesehatan secara gratis melalui program jaminan kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

Namun ia berpikir, andai makanan dan minuman gratis juga disediakan, maka akan lebih membantu. “Memang operasinya gratis, tapi di sana banyak orang lapar karena menunggu antrean yang begitu lama. Kalau orang yang tidak mampu bagaimana makannya, kan kasihan. Saya lalu berpikir membuat gerobak ini,” katanya.

Pada akhir Desember 2018 lalu, ibu tiga anak ini mulai meletakkan gerobak tempat makanan dan minuman gratis di depan tempat usahanya. Ia berharap bisa membantu orang-orang yang melintas di ruas jalan tersebut, khususnya yang berada di rumah sakit.

“Jangan sampai orang-orang yang sakit, orang yang menunggu ikut sakit,” terangnya. Tempat makanan dan minuman gratis ini beroperasi selama 24 jam, tanpa batasan waktu. Dewi menjelaskan, warga yang butuh makanan dan minuman tinggal ambil saja tanpa harus meminta izin. Begitu juga bagi orang-orang yang mau mengisi makanan atau minuman, juga dipersilakan tanpa harus meminta izin.

“Kemarin banyak yang tanya, mulai jam berapa. Saya jawab, tidak ada jam. Pagi sampai malam, sampai besoknya lagi ya tetap buka. Siapa saja boleh mengisi, siapa saja boleh mengambil tanpa izin dulu,” ungkapnya. Ide Dewi menyediakan makanan dan minuman secara gratis langsung direspons warga sekitar. Dalam beberapa hari terakhir, sudah ada warga yang ikut mengisi makanan dan minuman di gerobak.

Ahmad Asyidiq, 50, warga Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, adalah salah satunya. Ahmad menilai gerakan ini sangat membantu warga yang membutuhkan makanan dan minuman. “Masyarakat sekarang sadar sedekah. Ini sangat memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya. Ia sendiri berharap semakin banyak warga yang berpartisipasi mengisi makanan dan minuman di gerobak yang disediakan Dewi. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia