Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Draft Perbup Disusun, 280 Desa di Jombang Bakal Ikut Pilkades Serentak

20 Januari 2019, 19: 09: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Apel pengamanan menghadapi pilkades serentak di Mapolres Jombang beberapa waktu lalu

Apel pengamanan menghadapi pilkades serentak di Mapolres Jombang beberapa waktu lalu (Istimewa)

JOMBANG – Awal tahun ini salah satu pekerjaan rumah Pemkab Jombang adalah menyelenggarakan pemilihan kades (Pilkades) serentak. Tercatat ada 280 desa di Jombang yang masa jabatan kades sudah berakhir dan menyelenggarakan pilkades.

Rencananya, pilkades serentak itu dilaksanakan November mendatang. ”Sekarang ini kita tengah menyusun draft Perbup Pilkades. Ada 280 desa yang akan menyelenggarakan pilkades serentak akhir November nanti,” ungkap Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Jombang Rika Paur Fibriamayusi.

Dijelaskan, sesuai Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Desa, pasal 2 ayat 1 menyebut, pelaksanaan pilkades dilaksanakan serentak satu kali atau dapat bergelombang.

Adapun pengelompokan jadwal pilkades, salah satunya disesuaikan dengan waktu berakhirnya masa jabatan kepala desa. Termasuk juga kemampuan anggaran masing-masing desa.

”Sesuai masa berakhirnya jabatan, tahun ini ada 280 kepala desa yang habis masa jabatannya. Rinciannya 4 kepala desa  habis pada 17 April dan 276 kepala desa masa jabatannya habis per 5 Desember,” bebernya.

Sampai saat ini proses penyusunan draft Perbup Pilkdes sudah berjalan. ”Kebetulan perda kita sudah punya, tinggal menyusun draft perbup. Sekarang proses sudah sekitar 50 persen,” imbuh ibu dua anak ini.

Selain itu, pihaknya juga tengah menimbang sejumlah kepala desa yang masa jabatannya berakhir Januari 2020. Total ada 6 kepala desa yang jabatannya berakhir per 9 Januari 2020. ”Artinya mepet dengan rencana pilkades serentak akhir November 2019,” imbuh dia.

Enam kepala desa itu meliputi Desa/Kecamatan Perak, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Desa Bawangan, Kecamatan Ploso dan Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan.

”Apakah enam kepala desa ini bisa digabung pilkades serentak November atau tidak, akan ada pembahasan lebih lanjut bersama dengan instansi terkai. Termasuk dengan bupati,” pungkas Rika. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia