Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Pelaksanaan UNBK Sudah Dekat, Sejumlah SMP Masih Kekurangan Komputer

18 Januari 2019, 18: 09: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Perangkat komputer yang harus tersedia untuk bisa menggelar UNBK

Perangkat komputer yang harus tersedia untuk bisa menggelar UNBK (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Bantuan komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah dikucurkan hingga Rp 11,5 miliar. Pertengahan tahun kemarin, bantuan piranti canggih itu sudah disebar ke semua SMP negeri se-Jombang. Sayang, setelah dievaluasi keseluruhan, bantuan tersebut masih belum mencukupi.

Di SMPN 2 Ngoro misalnya, perangkat komputer yang harus dibutuhkan masih cukup banyak hingga 60 unit. Kepala SMPN 2 Ngoro, Nur Kolis mengakui jika tahun ini baru pertama kali mengikuti UNBK sehingga persiapan perangkat komputer masih belum sempurna. Sejauh ini pihaknya sudah melakukan persiapan agar UNBK bisa berjalan lancar.

”Untuk perangkat sudah kami siapkan, untuk lab sendiri kami juga sudah memasang listrik baru,” katanya kepada koran ini kemarin (17/1). SMPN 2 Ngoro sudah memiliki sejumlah 16 unit komputer dan mendapat bantuan 22 unit komputer dari Dinas Pendidikan Jombang. Dari total keseleruhan komputer itu belum bisa mencukupi semua siswa karena jumlah siswa kelas 9 sebanyak 273 anak.

”Memang untuk komputer masih kurang 60, karena UNBK dibagi tiga sesi, yang satu sesi diikuti 91 siswa,” imbuhnya. Lantaran masih belum mencukupi itulah ia akan segera merapatkan dengan wali murid. Tujuannya untuk meminjam laptop siswa. Setelah dilakukan pendataan, ada 120 siswa yang sudah memiliki laptop di rumah.

”Untuk tambahan nanti tinggal menunggu dari wali murid apakah bisa dipinjam. Karena sekolah-sekolah lain juga meminjam,” tambahnya. Seandainya dalam musyawarah bersama wali murid itu tidak mendapat pinjaman laptop, maka solusi lain adalah menyewa ke SMA atau SMK yang sudah memiliki fasilitas komputer lengkap.

Ia menambahkan, untuk persiapan UNBK sudah disiapkan tiga laboratorium komputer. ”Sebenarnya tidak punya laboratorium komputer, akan tetapi ruang kesenian harus mengalah karena dijadikan lab komputer,” tutur Kolis, sapaan akrabnya seraya berharap ada tambahan bantuan komputer tahun depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Budi Nugroho menjelaskan, tahun ini semua siswa mengikuti ujian nasional berbasis komputer. Meski ada beberapa sekolah yang harus menggabung ke sekolah lain. “Tahun ini target 100 persen semua mengikuti UNBK," tegasnya.

Sebagai solusi bagi sekolah yang kekurangan peralatan komputer, lanjut Budi, dengan cara menggabung ke sekolah lain yang sudah mempunyai piranti lengkap. Disamping melibatkan orangtua siswa dengan meminjam laptop untuk UNBK.

Dia menyebut, bantuan komputer memang belum menyeluruh sehingga sekolah juga menyediakan sendiri perangkat komputer. “Kalau memang belum lengkap bisa pinjam kepada siswa yang sudah memiliki laptop," tambahnya. Ke depan, upaya melengkapi kebutuhan komputer akan terus dilakukan seiring dengan kemajuan teknologi sekarang ini. "Ujian menghadapi piranti canggih juga lebih mudah dibanding kertas dan pensil," pungkas Budi. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia