Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Nasib Program BLUD Tak Jelas, Puskesmas Masih Tunggu Penilaian

18 Januari 2019, 14: 49: 58 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Layanan pasien di Puskesmas Bareng

Layanan pasien di Puskesmas Bareng (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pergantian pucuk pimpinan di lingkup Dinas Kesehatan Jombang, membuat proses penilaian puskesmas yang menjadi BLUD, turut berdampak. Selain menunggu proses sertijab dari pejabat lama ke pejabat baru. Pihak puskesmas sendiri masih menunggu apakah program BLUD  tersebut akan berlanjut atau tidak.

Kepala Puskesmas Cukir, M.Arif Setiadi mengatakan, untuk sekarang yang dilakukan masih menunggu hasil penilaian BLUD yang sudah disorong. Puskesmas Cukir memang masuk deretean pertama dari ke-10 puskesmas yang diusulkan menjadi BLUD.

Terlebih, baru saja dilakukan serah terima jabatan dari dr Pudji Umbaran ke drg Subandriyah. Sehingga pihaknya harus menunggu keputusan dari dinkes terlebih dahulu. ”Memang benar kami kemarin masuk dalam 10 puskesmas yang diajukan untuk menjadi BLUD,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.

Hanya saja, dirinya tidak mengetahui pasti apakah Puskesmas Cukir tetap masuk deretan 10 puskesmas yang masuk dalam penilaian atau tidak. Dia juga tidak mengetahui, apakah pergantian kepala ini berujung ada kebijakan baru nantinya.

”Jadi ya menunggu kebijakan baru seperti apa. Apakah Puskesmas Cukir ini masih masuk ataukah ditunda terlebih dahulu,” ungkap Arif. Meski begitu, dia meyakini Puskesmas Cukir sudah siap menjadi BLUD karena kebutuhan syarat utama sudah dipenuhi.

Termasuk kesiapan SDM seperti tenaga akuntansi khusus juga sudah memadai. Menurut dia, untuk menjadi BLUD tidak harus menunggu merekrut tenaga akutansi terlebih dahulu. Sebab, ia bisa memaksimalkan bendahara yang ada selama ini lantaran dianggap cukup mampu mengerjakan laporan akuntasi.

“Ini yang sebenarnya harus diluruskan, apabila kita menunggu perekrutan dulu akan tetapi proses tidak jalan, makanya tidak bisa,” tambahnya. Dia juga berharap puskesmas bisa segera menjadi BLUD untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Apalagi selama ini puskesmas sudah mengelola keuangan secara mandiri.

Sehingga kebutuhan seperti obat-obatan dan alat kesehatan lainnya bisa didatangkan dengan cepat tanpa harus menunggu dari dinas terlebih dahulu.  “Dengan menjadi BLUD memang pelayanan puskesmas bisa lebih baik lagi,” tegasnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jombang, drg Subandriyah masih belum bisa memberi keterangan terkait pembentukan puskesmas menjadi BLUD tersebut. ”Saya akan pelajari terlebih dahulu mas, kan baru hari ini (kemarin, Red) sertijab,” pungkasnya singkat. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia