Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Masuk Bosda, Seragam Gratis Program Bupati Jombang Segera Realisasi

18 Januari 2019, 09: 28: 50 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jumadi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang

Jumadi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang (Ricky Van Zuma/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Setelah melalui pembahasan panjang, program seragam gratis yang dianggarkan APBD 2019 sebesar Rp 30 miliar sudah hampir final. Sesuai perencanaan, realisasi program nantinya dimasukkan dalam kegiatan bantuan operasional sekolah daerah (bosda).

“Kegiatannya masuk Bosda,” beber Jumadi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang kepada Jawa Pos Radar Jombang (15/1). Di awal perencanaan program, sempat muncul ide dibuat dalam kegiatan sendiri, namun  kendalanya di cantolan regulasi.

“Ketika itu sempat akan dibuat dalam kegiatan sendiri, tapi dicari di Simda (sistem informasi manajemen daerah) tidak ada, yang bisa masuknya melalui Bosda. Di kegiatan Bosda ada kegiatan belanja barang untuk seragam," bebernya.

Adapun mekanismenya dibedakan untuk kelompok negeri dan swasta. “Untuk kelompok negeri, SDN dan SMPN masuknya belanja langsung, sementara kelompok swasta SD/MI/MIN dan SMP/MTS/MTSN masuknya hibah barang,” bebernya.

Karena sesuai ketentuan dalam Permendagri peruntukkan hibah diberikan kepada lembaga bukan perorangan, maka nantinya bagi kelompok swasta ada kewajiban harus membuat proposal pengajuan hibah. “Jadi nanti diberikan kepada lembaga sekolah, selanjutnya diteruskan ke siswa yang bersangkutan,” imbuhnya.

Bentuknya lanjut Jumadi berupa kain. ”Jadi nanti diberikan masih berupa kain, dan diberikan uang untuk biaya jahit, di perencanaan kita seperti itu,” imbuhnya. Dijelaskan pula, dalam mekanismenya nanti, ada dua rekening belanja. “Jadi nanti untuk kelompok negeri lelangnya sendiri dan kelompok swasta juga ada lelang tersendiri,” imbuhnya.

Adapun data rinciannya masing-masing, SD negeri sejumlah 11.992 siswa dengan nilai anggaran sekitar Rp 6.608.364.600, SD swasta termasuk di dalamnya MI/MIN sebanyak 9.766 siswa dengan nilai anggaran Rp 5.413.293.800, SMP negeri sebanyak 10.083 siswa, nilai anggarannya Rp 7.571.828.850 dan yang masuk kelompok swasta SMP/MTs/MTsN sebanyak 14.294 siswa dengan nilai anggaran Rp 10.734.079.300.

”Tapi sekali lagi, ini sifatnya masih dalam tahap perencanaan kita, nanti kan pada saat diajukan lelang ada yang namanya HPS (harga perkiraan sendiri) dan sebagainya, jadi bisa jadi nantinya ada yang diubah," bebernya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia