Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Pelebaran Saluran Tol Solo-Kertosono Butuh Pembebasan Tanah Lagi

14 Januari 2019, 11: 40: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Saluran air terdampak proyek tol Solo-Kertosono di Dusun Kedunggabus, Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo

Saluran air terdampak proyek tol Solo-Kertosono di Dusun Kedunggabus, Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Saluran air terdampak proyek tol Solo-Kertosono di Dusun Kedunggabus, Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang bakal lebih lama lagi bermasalah. Menyusul rencana pelebaran saluran belum bisa dipastikan dalam waktu dekat ini.

Bedru Cahyono PPK Pembangunan Jalan tol Saradan-Kertosono dari Kementerian PUPR mengakui, untuk saat ini pihaknya belum bisa melangkah lebih jauh. Karena untuk pelebaran saluran perlu pembebasan lagi.

“Karena memang ada lahan yang belum dibebaskan, ada lahan milik PSDA (Pengelola Sumber Daya Air) yang harus kita lewati. Jadi harus izin dulu,” kata Bedru dikonfirmasi kemarin.

Karena itu menurut Bedru, untuk saat ini rencana itu pihaknya menunggu hingga seluruh tahapan selesai. “Kita sekarang juga masih menunggu persetujuan, karena untuk penanganan itu butuh tambahan dana. Sebab setelah kita evaluasi, terkendala dana, makanya kita usulkan ada tambahan,” imbuh dia.

Rencana pelebaran saluran di dekat jalan tol itu untuk jalur pembuangan air  baik dari tol maupun dari underpass. Karena saluran sebelumnya sudah berubah menjadi terowongan.

Menurut dia, untuk penanganan terkait saluran, rencananya akan dibarengkan dengan terowongan yang sampai sekarang pekerjaan belum selesai. “Jadi nanti jadi satu termasuk saluran dan jalan  pengganti,” papar Bedru. Kendati begitu masih menurut Bedru beberapa penanganan sementara sudah dilakukan.

“Sementara untuk emergency dalam musim hujan. Kami berusaha agar tidak ada genangan di saluran maupun di terowongan,” ungkap dia. Diakui, untuk saat ini pihaknya kesulitan kala melakukan monitoring ke daerah pinggiran jalan tol.

Pihaknya hanya berputar terlebih dahulu untuk mengetahui problem yang ada di luar mainroad. “Memang sekarang monitoring agak susah, dulu kita bisa naik turun. Sekarang kita muter dulu kalau harus monitor,” pungkas dia. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia