Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Warga Protes Galian yang Diduga Ilegal, DLH Janji Cek Lapangan

13 Januari 2019, 18: 06: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktifitas galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang

Aktifitas galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Sejumlah aktifitas galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang menjadi rasan-rasan warga. Pasalnya, penambangan terlihat tak berhenti setelah banyak truk antre dan alat berat yang mengambil tanah. Padahal, galian C yang bebas beroperasi tersebut diduga ilegal.

“Ini yang heran, kenapa galian C masih beroperasi. Apakah itu ilegal atau legal,” keluh A (inisial), salah seorang warga. Terlebih, lokasi penambangan galian C itu berada di area produktif. Tidak hanya di Desa Rejoagung, penambangan juga terlihat di Desa Kauman. Selain dilakukan manual, penambangan itu juga ada yang disedot dengan mesin khusus.

“Di Ngoro sangat banyak galian dengan manual dan menggunakan alat berat,” imbuhnya. Dia berharap, aktivitas galian C ilegal tersebut bisa dihentikan karena memang sangat merugikan masyarakat sekitar dan bahkan merusak lingkungan.

“Di Rejoagung, tanahnya sudah banyak yang berlubang,” tambah dia. Termasuk pemanfaatan bekas galian C yang digunakan untuk kolam. Sehingga dikhawatirkan peristiwa anak tenggalam di Kabuh beberapa waktu lalu, akan terulang di Ngoro. “Kami juga berharap ada papan peringatan agar tidak menelan korban,” tegasnya.

Sementara itu, Hasani Ahmad, Kepala Desa Rejoagung mengatakan, ada satu galian C yang mengantongi izin. Setelah penambangan galian C, biasanya bekas tambang tersebut digunkaan untuk budidaya ikan. “Memang ada satu galian C yang mempunyai izin,” ujarnya saat dikonfirmasi, siang kemarin.

Saat ditanya galian C yang tidak mengantongi izin, dia mengaku sudah sering melapor kepada dinas terkait agar segera dilakukan penindakan. Hanya saja, memang galian C tersebut masih beroperasi kembali. “Untuk galian C yang tidak mempunyai izin kami selalu melaporkan ke pihak berwenang,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Amin Kurniawan, Kasi Konservasi DLH Kabupaten Jombang mengaku akan mendatangi lokasi galian C tersebut. Pihaknya juga akan memastikan dan mendata titik mana saja yang tidak mempunyai izin. “Kami akan kirim tim untuk meninjau lokasi,” tegasnya.

Tidak hanya sekali dua kali, bahkan, ia mengaku seringkali berkirim surat kepada pihak berwajib untuk melakukan penindakan terhadap galian C tak berizin. “Melakukan penindakan apabila tambang tersebut menyalahi aturan dan tidak berizin,” pungkas Amin. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia