Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Sudah Ada Anggaran di Dinkes, Warga Tetap Diminta Bayar Iuran Fogging

13 Januari 2019, 17: 50: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Fogging yang dilakukan di permukiman warga Dusun/Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang

Fogging yang dilakukan di permukiman warga Dusun/Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jombang makin meluas. Sebagian desa yang teridentifikasi ada penderita positif, maka dilakukan fogging. Sayangnya, fogging yang diprogramkan Dinas Kesehatan secara gratis ini ternyata di lapangan tetap meminta iuran dari warga sebesar Rp 5.000.

Salah satunya, terlihat di Dusun/Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Untuk warga yang rumahnya dikenai fogging, maka masing-masing diminta membayar uang iuran sebesar Rp 5.000. “Memang di sini sudah cukup banyak yang terdampak DBD,” ujar Ricky, salah seorang  warga.

Menurutnya, sudah banyak warga yang mengeluhkan serangan nyamuk Aedes Aegypti sehingga dilakukan fogging serentak. “Karena sudah banyak yang mengeluhkan DBD ini,” ungkapnya. Selama pelaksanaan fogging fokus inilah setiap rumah harus membayar iuran. Nilainya sebesar Rp 5.000 per rumah.  

Sementara itu, Kabid P2P Dinkes Jombang, dr Wahyu Suhartini mengatakan, kepala desa atau warga yang melihat atau mengetahui ada yang terkena DBD, maka disarankan untuk segera melapor dan meminta kepada petugas Pukesmas terdejat. Melapor dan meminta ini agar segera dilakukan fogging alias pengasapan.

“Kalau menemukan kasus DBD, segera laporkan ke puskesmas terdekat. Nanti minta kepada petugas Puskesmas agar segera dilakukan pengecekan,” ujarnya. Jika memang petugas setelah mendapat laporan dari warga dan mendapati warga yang positif, maka akan segera ditindak lanjuti dengan melaksanakan Fogging fokus.

“Jika petugas menyatakan Pencegahan Epidemiologi (PE) positif, maka akan dilakukan penyemprotan (Fogging) guna mencegah penyebaran nyamuk DBD meluas,” imbuh dia.

Disinggung adanya iuran warga yang digunakan untuk biaya fogging, lanjut Wahyu, Dinkes sudah menyiapkan anggaran khusus untuk penanganan kasus DBD di Kabupaten Jombang.

Sedangkan untuk pencegahan sendiri, Dinkes akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah yakni di tiap-tiap kecamatan. “Untuk melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M plus yang dilakukan setiap hari Jumat,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia